radarsurabayabisnis.id - Jumlah jemaah haji pengguna kursi roda di Embarkasi Surabaya menjadi perhatian khusus Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Empat daerah Pantura Jawa Timur tercatat memiliki angka penggunaan kursi roda cukup tinggi, yakni Tuban, Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan pihaknya saat ini tengah mendalami penyebab tingginya jumlah jemaah yang membutuhkan bantuan kursi roda meski sebagian masih mampu beraktivitas ringan secara mandiri.
“Di wilayah Tuban, Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro, penggunaan kursi roda masih tinggi. Ini yang mau kita cari penyebabnya. Bukan berarti kami mengkhawatirkan pemeriksaan kesehatan, tidak. Tapi bisa jadi itu bagian dari endemik yang ada di sana,” ujar Anam, Senin (4/5).
Baca Juga: Rahasia Penjual Kerupuk dari Lamongan Naik Haji, Sempat Diamputasi Kini Dikaruniai Anak Lagi
Menurutnya, mayoritas pengguna kursi roda merupakan jemaah lanjut usia dengan rata-rata umur di atas 65 tahun. Ia menduga terdapat faktor kesehatan tertentu, seperti gangguan kolesterol atau masalah pada kaki, yang menyebabkan jemaah tidak mampu berdiri maupun berjalan dalam waktu lama.
“Katakanlah terjadinya kolesterol tinggi di kaki dan sebagainya, itu kan memungkinkan. Tapi rata-rata mereka bisa naik sendiri ke bus. Cuma untuk berdiri dan jalan lama itu tidak mampu, sehingga membutuhkan kursi roda,” jelasnya.
PPIH kini berkoordinasi dengan bidang kesehatan untuk mempelajari pola kesehatan jemaah asal kawasan Pantura tersebut. Meski menggunakan kursi roda, sebagian besar jemaah disebut masih mampu menjalankan aktivitas dasar secara mandiri, termasuk ke kamar kecil.
hBaca Juga: Fakta Unik 43.625 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya, Mayoritas Petani dan IRT
Anam menambahkan, lonjakan penggunaan kursi roda pada kloter asal empat daerah itu cukup signifikan dibanding daerah lain. Jika biasanya satu kelompok terbang (kloter) hanya memiliki sekitar 8 hingga 10 pengguna kursi roda, pada beberapa kloter asal Pantura jumlahnya melonjak drastis.
“Persentasenya memang masih di bawah 10 persen, tapi kemarin ada rekor sampai 22 kursi roda dalam satu kloter. Itu sudah di atas 5 persen. Nah, ini kenapa begitu masuk wilayah Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik kok tinggi sekali? Itu yang kita pelajari,” tutur Anam.
Hingga saat ini, total jemaah haji yang telah diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya mencapai sekitar 37 persen. Dengan tambahan dua kloter terbaru, jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 38,5 persen.
PPIH juga memastikan penambahan jumlah kloter tahun ini menjadi 116 kloter membuat distribusi pelayanan lebih ringan, sehingga ritme pemberangkatan dan pelayanan jemaah tetap berjalan lancar tanpa keterlambatan berarti.
Editor : Hany Akasah