RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan fakta terbaru mengenai dinamika energi global.
Di tengah kampanye transisi energi hijau, sejumlah negara di Uni Eropa (UE) dikabarkan mulai melirik kembali sumber energi fosil dari Indonesia.
Bahlil mengklaim bahwa terdapat permintaan pasokan batu bara dari negara-negara Uni Eropa yang mencapai angka 20 juta ton per tahun. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya di acara Himpunan Alumni IPB, Sabtu (2/5/2026).
Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi Pengajar, Kemenag Beri Akses Kuliah S1 Gratis untuk Guru Al-Qur’an
"Di Eropa membuka opsi batu bara, ada minta kita untuk (memasok) 20 juta per tahun," ujar Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil menyoroti adanya perubahan sikap dari negara-negara Barat. Menurutnya, Amerika Serikat (AS) dan Eropa sebelumnya sangat gencar mendorong Indonesia untuk segera meninggalkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara demi alasan lingkungan.
Namun, kondisi krisis energi global saat ini memaksa negara-negara tersebut kembali menggunakan batu bara sebagai pilar ketahanan energi mereka.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Minggu 3 Mei 2026, Cabai dan Minyak Naik
Bahlil menyebut fenomena ini sebagai bentuk survival mode di mana efisiensi dan ketersediaan energi menjadi prioritas utama di atas kebijakan mahal lainnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor batu bara Indonesia sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 39,93 juta ton.
Meskipun volume tersebut terkoreksi sekitar 3,66% dibanding tahun sebelumnya, nilai ekspor tetap signifikan mencapai US$24,48 miliar atau setara Rp411,14 triliun.
Baca Juga: Emas Antam Tak Bergerak, Harga dan Buyback Tetap Sama di Akhir Pekan
Negara tujuan utama ekspor masih didominasi oleh pasar Asia seperti India, China, Jepang, dan Korea Selatan. Namun, munculnya nama Spanyol dalam daftar negara tujuan utama menunjukkan sinyal kuat kembalinya minat pasar Eropa terhadap batu bara Indonesia.
Di sisi lain, Kementerian ESDM mencatat produksi batu bara nasional tahun 2025 mencapai 790 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 65,1% dialokasikan untuk pasar ekspor, sementara 32% atau 254 juta ton digunakan untuk memenuhi Domestic Market Obligation (DMO) guna menjamin pasokan listrik dalam negeri.
Baca Juga: Permintaan Global Meningkat, Kemendag Tetapkan Harga Referensi Biji Kakao Mei 2026 Naik 2,45 Persen
Editor : Hany Akasah