RADAR SURABAYA BISNIS – Apple dilaporkan tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat posisi tawarnya di pasar smartphone premium global.
Melalui pembaruan sistem operasi iOS 27, raksasa teknologi asal Cupertino ini bakal meluncurkan serangkaian fitur penyuntingan foto berbasis kecerdasan buatan (AI) yang tergabung dalam ekosistem 'Apple Intelligence'.
Langkah ini dipandang sebagai respons langsung terhadap dominasi fitur AI generatif yang sebelumnya telah dipopulerkan oleh kompetitor utamanya, Google dan Samsung.
Baca Juga: Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Outsourcing, Batasi Hanya 6 Sektor Pekerjaan Ini!
Apple berencana merombak aplikasi Photos dengan menyertakan tiga fitur utama: 'Extend' untuk memperluas latar belakang, 'Enhance' untuk optimasi kualitas otomatis, dan 'Reframe' untuk mengubah sudut pandang foto spasial.
Secara bisnis, Apple dinilai sedikit terlambat dibandingkan Google yang sudah menawarkan Magic Eraser dan Photo Unblur sejak 2023.
Namun, strategi Apple kali ini lebih komprehensif dengan mengintegrasikan "Apple Intelligence Tools" secara mendalam ke dalam perangkat iPhone, iPad, dan Mac.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Sabtu 2 Mei 2026, Daging dan Cabai Turun
Tidak hanya mengandalkan fitur internal, Apple juga dikabarkan melakukan langkah diplomasi bisnis yang mengejutkan dengan menghadirkan asisten pintar Siri versi terbaru yang akan ditenagai oleh mesin AI milik pesaingnya, yakni Google Gemini.
Meski ambisius, pengembangan ini tidak tanpa kendala. Berdasarkan uji coba internal yang dilansir Engadget, beberapa fitur seperti 'Extend' dan 'Reframe' dikabarkan masih mengalami kendala teknis (bug).
Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Apple mungkin akan menunda peluncuran fitur tertentu demi menjaga standar kualitas produk mereka.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Tipis, Buyback Ikut Melemah di Hari Pendidikan Nasional
Publik dan investor kini menantikan pengumuman resmi Apple yang dijadwalkan akan digelar pada ajang World Wide Developers Conference (WWDC) 2026 pada 8 Juni mendatang.
Keberhasilan fitur ini diprediksi akan menjadi sentimen positif bagi nilai saham perusahaan dan loyalitas pengguna di tengah gempuran ponsel AI (AI Phone) dari produsen asal Korea Selatan dan Tiongkok.
Baca Juga: 9 Kota di Jawa Timur dengan Warga Paling Banyak Tak Punya Rumah Sendiri
Editor : Hany Akasah