Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Hilirisasi Teknologi Nuklir, BRIN Percepat Produksi Komersial Benih Padi Unggul di Subang

Hany Akasah • Jumat, 1 Mei 2026 | 07:43 WIB
PRODUKSI UNGGUL: Kepala BRIN Prof. Arif Satria (kanan) bersama Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi Industri Mulyadi Sinung Harjono (kiri) saat melakukan panen perdana benih padi unggul hasil mutasi nuklir di lahan Subang, Jawa Barat.
PRODUKSI UNGGUL: Kepala BRIN Prof. Arif Satria (kanan) bersama Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi Industri Mulyadi Sinung Harjono (kiri) saat melakukan panen perdana benih padi unggul hasil mutasi nuklir di lahan Subang, Jawa Barat.

RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi memulai langkah strategis dalam memperkuat sektor agribisnis nasional melalui panen perdana benih penjenis (breeder seed) varietas padi unggul. 

Menggunakan teknologi mutasi radiasi sinar gamma, inovasi ini diarahkan untuk mempercepat target swasembada pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi industri perbenihan.

Langkah ini menandai pergeseran penting dari riset laboratorium menuju hilirisasi industri. BRIN menggandeng mitra swasta, yakni CV Fiona Benih Mandiri dan PT Sipetapa, melalui skema lisensi Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). Sinergi ini memastikan teknologi tinggi hasil riset negara dapat diakses langsung oleh pelaku industri dan petani.

Baca Juga: Menilik Masa Depan Gas Masela Setelah LDA Disepakati, Seluruh Gas Dilaporkan Ludes Terjual

Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi nuklir (Co-60) bukan sekadar eksperimen ilmiah, melainkan instrumen kunci untuk meningkatkan indeks pertanaman dan hasil panen secara signifikan di tengah krisis pangan global.

"Dengan varietas hasil iradiasi ini, kita bisa meningkatkan hasil per hektar secara signifikan. Ini kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan pangan," ujar Prof. Arif dalam keterangannya di Subang, Kamis (30/4/2026).

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri BRIN, Mulyadi Sinung Harjono, memaparkan tiga varietas utama yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi petani:

Baca Juga: Dapur MBG Kena Suspend Tetap Bisa Dapat Insentif, Bos BGN Beberkan Syaratnya

 1. Tropiko: Padi Tipe Baru (PTB) dengan potensi hasil mencapai 10,53 ton/ha, tahan terhadap hama wereng coklat, dan memiliki kualitas nasi pulen yang diminati pasar.

 2. Sidenuk (Sintanur Dedikasi Nuklir): Memiliki umur sangat genjah (±103 hari) dan struktur batang kokoh (tahan rebah), dengan potensi hasil 9,1 ton/ha.

 3. Bestari: Unggul pada jumlah anakan produktif yang banyak dan memiliki toleransi tinggi terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB).

Baca Juga: Upaya Lindungi Petani Lokal, Menteri Perdagangan Budi Santoso Resmi Batasi Impor 6 Komoditas Ini

Secara bisnis, penggunaan benih unggul ini diproyeksikan mampu menekan biaya produksi akibat gagal panen dan meningkatkan pendapatan per musim tanam bagi para petani.

"Kerja sama dengan sektor swasta seperti CV Fiona Benih Mandiri memastikan ekosistem perbenihan yang sehat. Benih ini akan segera sampai di tangan petani untuk memastikan kedaulatan pangan yang tangguh," tutup Mulyadi.

Baca Juga: Upaya Lindungi Petani Lokal, Menteri Perdagangan Budi Santoso Resmi Batasi Impor 6 Komoditas Ini

Editor : Hany Akasah
#petani #BRIN #nuklir #hilirisasi #benih padi