radarsurabayabisnis.id - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat komitmennya terhadap industri nasional melalui peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat belanja suku cadang lokal mencapai Rp809 miliar, naik 2,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp787 miliar. Bahkan, angka tersebut melonjak 164,3 persen dibandingkan baseline tahun 2020 yang sebesar Rp306 miliar.
Peningkatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di tengah tekanan industri bahan bangunan yang kian kompetitif.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa penggunaan produk dalam negeri bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi telah menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Peningkatan TKDN kami dorong secara berkelanjutan melalui pengembangan komponen suku cadang berbasis research and development (R&D) bersama mitra industri dan pelaku UKM. Hal ini untuk meningkatkan kapasitas produksi, inovasi teknologi, serta daya saing produk lokal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4).
Selain itu, SIG juga menerapkan prinsip pengadaan berkelanjutan (sustainable procurement) guna memperkuat pemasok domestik tanpa mengesampingkan efisiensi dan daya saing. Langkah tersebut sejalan dengan transformasi perusahaan berbasis ESG (environmental, social, governance) yang berfokus pada penciptaan nilai ekonomi berkelanjutan.
Sebagai produsen bahan bangunan terbesar di Indonesia, SIG mengintegrasikan penggunaan produk dalam negeri di seluruh lini operasional, mulai dari bahan baku, suku cadang, hingga jasa penunjang industri. Strategi ini dinilai mampu memperkuat fundamental bisnis melalui efisiensi biaya dan optimalisasi rantai pasok berbasis sumber daya lokal.
Secara keseluruhan, realisasi belanja produk dalam negeri (PDN) SIG pada 2025 mencapai Rp21,79 triliun atau setara 93,47 persen dari total belanja barang dan jasa sebesar Rp23,32 triliun. Capaian tersebut menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Di sisi lain, perusahaan juga terus mendorong inovasi produk, termasuk pengembangan semen rendah karbon yang memanfaatkan bahan baku domestik. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga berkontribusi pada penurunan emisi.
Vita menegaskan bahwa keberlanjutan dan efisiensi menjadi fondasi utama operasional perusahaan ke depan. “Kami memastikan setiap proses bisnis tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan industri nasional dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Ke depan, SIG berkomitmen memperluas kolaborasi dengan pelaku industri dalam negeri guna membangun rantai pasok yang lebih tangguh, inklusif, dan berdaya saing global.
Editor : Hany Akasah