Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun, Target Serap 600 Ribu Tenaga Kerja

Hany Akasah • Rabu, 29 April 2026 | 18:24 WIB
KUNJUGAN: Presiden Prabowo Subianto dalam kunjugan di  Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, Rabu, 29 April 2026.
KUNJUGAN: Presiden Prabowo Subianto dalam kunjugan di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, Rabu, 29 April 2026.

radarsurabayabisnis.id - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai peletakan batu pertama atau groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap kedua pada Rabu (29/4). Belasan proyek strategis dengan total investasi mencapai Rp116 triliun itu tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat industri nasional serta ketahanan energi.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, hari Rabu, 29 April 2026, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan sangat bangga meluncurkan groundbreaking hilirisasi tahap kedua yang mencakup 13 proyek hilirisasi,” ujar Prabowo di Cilacap.

Baca Juga: Masalah Sampah Jadi Prioritas, Prabowo Targetkan Pengendalian dalam 2–3 Tahun Mendatang

Peluncuran proyek ini merupakan kelanjutan fase pertama hilirisasi nasional yang sebelumnya dimulai pada 6 Februari 2026 di 11 titik proyek. Presiden menegaskan seluruh proyek harus dikaji secara objektif dengan pendekatan ilmiah dan efisiensi ekonomi yang matang.

Prabowo meminta Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional bersama Danantara Indonesia terus mengevaluasi perkembangan teknologi agar proyek yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Saya perintahkan terus dikaji karena perkembangan teknologi berjalan terus. Saya minta kita objektif dan kita bersifat ilmiah, kita hitung secara matematis,” kata Prabowo.

Baca Juga: Magang Nasional Kembali Dibuka, Airlangga: Perusahaan Harus Ikut Tanggung 30 Persen Uang Saku

Ia menegaskan pemerintah hanya akan menjalankan proyek yang paling efisien dan paling menguntungkan rakyat.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM dan CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa 13 proyek tersebut diresmikan secara serentak di 13 lokasi berbeda sebagai bagian dari fase kedua program hilirisasi nasional.

Menurut Rosan, pemerintah masih menyiapkan fase ketiga dan tahapan lanjutan lainnya. Hingga saat ini, total terdapat 30 proyek hilirisasi nasional yang sedang dan akan dikembangkan.

Dari 13 proyek baru tersebut, lima proyek berada di sektor energi. Proyek itu meliputi pembangunan fasilitas kilang gasoline di Cilacap dan Dumai guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi impor BBM. Selain itu, pemerintah juga membangun fasilitas ketahanan pasokan BBM di Maumere, Palaran, dan Biak untuk memperkuat distribusi energi di kawasan timur Indonesia.

Rosan menyebut pembangunan kilang di Cilacap dan Dumai diperkirakan mampu menekan impor hingga 1,25 miliar dolar AS per tahun.

Sementara itu, lima proyek lain berada di sektor mineral, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim sebagai substitusi impor LPG. Selain itu, terdapat proyek manufaktur stainless steel, nikel, slab baja karbon, dan bijih besi di Cilegon, produksi aspal Buton di Sulawesi Tenggara, serta hilirisasi tembaga dan emas di Gresik.

Proyek DME menjadi perhatian khusus karena Indonesia masih mengimpor sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional.

Adapun tiga proyek lainnya bergerak di sektor perkebunan, yakni pembangunan fasilitas pengolahan minyak sawit menjadi produk oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei, serta hilirisasi kelapa dan pala di Maluku Tengah dan Morowali.

Baca Juga: Kemenhub Bakal Evaluasi Izin Operasional Taksi Green SM Imbas Kecelakaan di Bekasi

Secara keseluruhan, nilai investasi seluruh proyek hilirisasi nasional yang sudah berjalan maupun sedang disiapkan mencapai sekitar 26 miliar dolar AS atau setara Rp450,43 triliun. Pemerintah memperkirakan proyek-proyek tersebut mampu menciptakan lapangan kerja hingga sekitar 600 ribu orang.

“Kalau kita lihat dari proyek-proyek yang kita jalankan ini, akan menciptakan lapangan pekerjaan mencapai kurang lebih 600 ribu orang,” ujar Rosan.

Sebelumnya, pada fase pertama pemerintah telah memulai 11 proyek hilirisasi, di antaranya smelter alumina di Kalimantan Barat, bioavtur di Jawa Tengah, bioetanol dan pengolahan garam industri di Jawa Timur, hingga peternakan ayam terintegrasi di sejumlah daerah.

Dengan tambahan 13 proyek baru ini, total proyek hilirisasi yang telah masuk tahap pembangunan kini mencapai 24 proyek dan akan terus berlanjut ke fase berikutnya.

Editor : Hany Akasah
#Presiden RI #prabowo #hilirisasi #investasi