RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memproyeksikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mampu mengamankan margin keuntungan hingga Rp50 triliun.
Langkah strategis ini dilakukan melalui efisiensi rantai pasok (supply chain) yang selama ini didominasi oleh perantara atau makelar.
Dalam diskusi bersama pengamat di Karawang, Amran mengungkapkan bahwa struktur distribusi pangan saat ini terlalu panjang dan berlapis.
Baca Juga: Buka Peluang Ekspor Digital, Ini Rencana Besar Kemenekraf Bareng Meta untuk UMKM Kreatif
Hal tersebut menyebabkan potensi keuntungan sekitar Rp313,08 triliun terserap oleh pihak ketiga di jalur distribusi, mulai dari pengumpul hingga distributor besar.
"Solusinya adalah memperkecil rantai pasok menjadi hanya tiga tahap. Melalui skema Kopdes Merah Putih, rantai distribusi dipangkas agar hasil tani dari desa bisa langsung masuk ke koperasi, lalu ke konsumen akhir," ujar Amran.
Dari proyeksi margin Rp313 triliun tersebut, pemerintah menargetkan Rp50 triliun dikelola oleh koperasi, sementara sisanya sebesar Rp263 triliun akan didistribusikan kembali kepada petani. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak Nilai Tukar Petani (NTP) dan daya beli masyarakat perdesaan.
Baca Juga: Masalah Sampah Jadi Prioritas, Prabowo Targetkan Pengendalian dalam 2–3 Tahun Mendatang
Untuk menjamin keberlangsungan bisnis ini, Kopdes akan diintegrasikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai off-taker (penyerap hasil produksi).
Amran menilai, keberadaan MBG menjadi jangkar stabilitas permintaan sehingga petani tidak lagi khawatir akan risiko kelebihan produksi yang kerap memicu jatuhnya harga di pasar.
"Jika sistem ini berjalan optimal, perputaran ekonomi yang selama ini terpusat di kota akan bergeser ke desa. Potensi perputaran ekonominya bisa mencapai Rp300 triliun," pungkasnya.
Editor : Hany Akasah