RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah mengambil langkah tegas terkait keselamatan transportasi publik. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dipastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin dan operasional perusahaan taksi Green SM.
Langkah ini diambil menyusul kecelakaan tragis yang melibatkan armada perusahaan tersebut di perlintasan kereta api Stasiun Bekasi.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung kepada jajaran menteri, khususnya Menteri Perhubungan, untuk meninjau kembali kelaikan operasional pihak perusahaan.
Baca Juga: Patuh Regulasi Child Safety, TikTok Indonesia Hapus 1,7 Juta Akun di Bawah 16 Tahun
"Presiden telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," ujar Teddy saat mendampingi Presiden meninjau korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi.
Selain evaluasi terhadap pelaku usaha transportasi, pemerintah juga mengumumkan komitmen besar dalam penguatan infrastruktur keamanan.
Presiden menyetujui alokasi anggaran mencapai Rp 4 triliun untuk membangun flyover di 1.800 titik perlintasan kereta api di seluruh Pulau Jawa.
Baca Juga: Rupiah Masih Melemah di Tengah Pergerakan Variatif Mata Uang Global
Pembangunan jembatan layang ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk menekan angka kecelakaan di titik-titik padat lalu lintas.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan publik, tetapi juga menjaga kelancaran mobilitas logistik dan transportasi darat yang menjadi urat nadi ekonomi.
Evaluasi terhadap Taksi Green SM ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku bisnis transportasi di Indonesia bahwa standar keselamatan adalah harga mati.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo 29 April 2026, Daging Kompak Turun
Pemerintah menekankan pentingnya audit sistem keamanan secara berkala bagi seluruh penyedia jasa transportasi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Editor : Hany Akasah