Berdasarkan pembaruan data pukul 09.33 WIB, harga daging sapi dan ayam tercatat turun secara bersamaan.
Penurunan paling signifikan terjadi pada daging ayam yang melemah sekitar 2,77 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: Industri Kopi Indonesia Kian Melejit, Kemenperin Genjot Sertifikasi Roasting untuk IKM
Selain daging, harga telur ayam kampung juga ikut terkoreksi dengan penurunan sekitar 2,74 persen.
Penurunan ini turut memberikan sedikit kelonggaran bagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan protein harian.
Berikut rincian harga sembako terbaru:
Beras premium = Rp 14.901 /kg
Beras medium = Rp 12.919 /kg
Gula kristal putih = Rp 17.176 /kg
Minyak goreng curah = Rp 20.198 /kg
Minyak goreng kemasan premium = Rp 21.227 /liter
Minyak goreng kemasan sederhana = Rp 18.221 /liter
Minyak goreng Minyakita = Rp 16.371 /liter
Daging sapi paha belakang = Rp 122.875 /kg
Daging ayam ras = Rp 33.863 /kg
Daging ayam kampung = Rp 68.368 /kg
Baca Juga: Emas Antam Naik Tipis di Perdagangan Hari Ini, Buyback Ikut Menguat
Telur ayam ras = Rp 26.283 /kg
Telur ayam kampung = Rp 45.256 /kg
Garam bata = Rp 1.855 /buah
Garam halus = Rp 9.399 /kg
Cabai merah keriting = Rp 36.404 /kg
Cabai merah besar = Rp 39.325 /kg
Cabai rawit merah = Rp 45.838 /kg
Bawang merah = Rp 34.873 /kg
Bawang putih = Rp 29.842 /kg
Gas elpiji = Rp 20.013 /tabung
Di sisi lain, pergerakan harga cabai menunjukkan pola yang berbeda.
Cabai rawit merah mengalami penurunan sekitar 2,27 persen, sementara cabai merah keriting dan cabai merah besar justru mengalami kenaikan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa harga komoditas hortikultura masih sangat dipengaruhi oleh pasokan dan distribusi di pasar, sehingga pergerakannya tidak selalu searah.
Baca Juga: Stok Minyakita Menipis, Harga Minyak Goreng Curah Mulai Merangkak Naik
Sementara itu, harga komoditas lain seperti beras, minyak goreng, dan bawang cenderung stabil dengan perubahan tipis.
Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, masyarakat diimbau untuk tetap memantau perkembangan harga.
Penurunan pada beberapa komoditas utama dapat dimanfaatkan untuk mengatur pengeluaran, namun kenaikan pada komoditas lain tetap perlu diantisipasi. (iza/han)