radarsurabayabisnis.id - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Polrestabes Surabaya menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas berbasis kanalisasi di 22 titik krusial di Kota Surabaya. Langkah ini difokuskan pada persimpangan padat hingga lokasi putar balik di sejumlah ruas jalan utama.
Baca Juga: Prediksi BMKG El Nino di Jatim Lebih Parah dari 2025, Ini Resikonya Menurut Khofifah Indar Parawansa
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rencana pengamanan May Day 2026, dengan tujuan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat tanpa mengesampingkan keamanan kegiatan penyampaian aspirasi oleh massa aksi.
Baca Juga: Dukung 5 Juta Buruh, Pemerintah Alokasikan USD 6 Miliar untuk Modernisasi Industri Tekstil
Kapolrestabes Surabaya, Lutfhie Sulistiawan, melalui Wakapolrestabes Rosyid Hartanto menjelaskan bahwa metode kanalisasi dilakukan dengan membagi jalur kendaraan secara terstruktur untuk mengurangi potensi kemacetan.
“Jarak antar titik pengamanan juga telah dihitung secara presisi, berkisar antara puluhan meter hingga lebih dari satu kilometer. Ini bertujuan untuk memastikan distribusi personel merata dan respons cepat terhadap potensi kepadatan maupun gangguan lalu lintas,” ujar Rosyid, Minggu (26/4).
Baca Juga: Glowing Worker untuk Pekerja Terpilih di Hari Buruh
Sejumlah kawasan yang menjadi fokus pengamanan antara lain Jalan Ahmad Yani, Margorejo, Wonokromo, hingga pusat kota seperti Tunjungan dan Tegalsari. Selain itu, titik pengamanan juga mencakup jalur dari Bundaran Taman Pelangi hingga kawasan Jalan Tembaan, Bubutan—yang dikenal sebagai jalur vital dengan intensitas kendaraan tinggi.
Dalam pelaksanaannya, Polrestabes Surabaya tidak bekerja sendiri. Pengamanan melibatkan berbagai satuan kepolisian, mulai dari lalu lintas, samapta, hingga unit reskrim. Dukungan juga datang dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya guna memperkuat pengaturan arus di lapangan.
Baca Juga: UMK Surabaya Gagal Tembus Rp 5 Juta, Buruh Kota Surabaya Beri Respons Mengejutkan
Jumlah personel di tiap titik disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan kepadatan lalu lintas. Beberapa lokasi strategis bahkan diperkuat hingga puluhan personel untuk memastikan situasi tetap terkendali.
“Pengaturan ini dirancang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, sekaligus memberikan ruang yang aman bagi penyampaian aspirasi. Kami mengedepankan langkah preventif dan humanis,” tambahnya.
Dengan rekayasa lalu lintas ini, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan dan mencari jalur alternatif saat melintas di kawasan terdampak selama peringatan May Day 2026 di Surabaya.
Editor : Hany Akasah