Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemerintah Percepat Hilirisasi di 13 Lokasi, Sasar Sektor Energi hingga Pertanian

Hany Akasah • Senin, 27 April 2026 | 13:39 WIB
Rosan Roeslani bertemu Presiden Prabowo Subianto membahas percepatan program hilirisasi di Indonesia.
(Foto: Instagram @rosanroeslani)
Rosan Roeslani bertemu Presiden Prabowo Subianto membahas percepatan program hilirisasi di Indonesia. (Foto: Instagram @rosanroeslani)

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah terus mendorong percepatan program hilirisasi sebagai upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.

Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, dengan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan tersebut, Rosan mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan pengembangan proyek hilirisasi di 13 titik berbeda di Indonesia.

Proyek ini akan menyasar berbagai sektor strategis, mulai dari pengolahan limbah menjadi energi (waste to energy), pemanfaatan sumber daya mineral, industri berbasis pertanian, sektor padat karya, hingga industri tekstil seperti garmen.

Baca Juga: Subsidi Motor Listrik 2026 Diusulkan Rp5 Juta, Pemerintah Siapkan Skema Baru

"Terima kasih Bapak Presiden Prabowo atas arahan hari ini di Hambalang terkait perkembangan program hilirisasi yang selanjutnya akan dibangun di 13 lokasi di Indonesia," kata Rosan dalam unggahan Instagram @rosanroeslani, Sabtu (25/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa arah kebijakan hilirisasi kini tidak lagi terfokus pada sektor energi dan pertambangan saja.

Pemerintah mulai memperluas cakupan program ini ke sektor lain yang dinilai memiliki potensi besar, termasuk pertanian dan perikanan.

Langkah diversifikasi tersebut diharapkan mampu memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan daya tarik investasi.

Baca Juga: Petani Tembakau Minta Perlindungan di Tengah Aturan Baru PP 28/2024, 2,5 Juta Nasib Terancam

Dengan cakupan yang lebih luas, pemerintah optimistis investasi yang masuk tidak hanya bertambah dari sisi jumlah, tetapi juga kualitasnya.

Rosan menilai, pengembangan hilirisasi di berbagai sektor akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global.

"Hilirisasi tidak hanya di bidang energi dan mineral, tetapi juga diperluas ke sektor pertanian dan perikanan. Investasi di Indonesia insyaAllah semakin bernilai tambah, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta menggerakkan industri nasional agar semakin kompetitif," terang Rosan.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap hilirisasi dapat menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#ekonomi #energi #hilirisasi #investasi #global