RADAR SURABAYA BISNIS - Dinamika harga bahan pokok di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo kembali berubah pada awal pekan.
Sejumlah komoditas mengalami penyesuaian harga, dengan telur tercatat turun serentak, sementara garam kembali mengalami kenaikan yang cukup mencolok.
Berdasarkan pembaruan data pada Senin (27/4) pukul 09.50 WIB, harga telur ayam ras maupun ayam kampung sama-sama mengalami penurunan.
Penurunan ini menjadi salah satu yang paling terlihat dalam pergerakan harga hari ini.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun, Buyback Ikut Susut di Perdagangan Hari Ini
Di sisi lain, harga garam justru bergerak ke arah sebaliknya. Garam bata mencatat kenaikan paling signifikan, yakni sekitar 12,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Kenaikan ini menjadikannya sebagai komoditas dengan perubahan harga paling mencolok.
Berikut rincian harga sembako terbaru:
Beras premium = Rp 14.846 /kg
Beras medium = Rp 12.929 /kg
Gula kristal putih = Rp 17.279 /kg
Minyak goreng curah = Rp 20.491 /kg
Minyak goreng kemasan premium = Rp 21.443 /liter
Minyak goreng kemasan sederhana = Rp 18.308 /liter
Minyak goreng Minyakita = Rp 16.232 /liter
Daging sapi paha belakang = Rp 124.258 /kg
Daging ayam ras = Rp 34.294 /kg
Daging ayam kampung = Rp 68.782 /kg
Telur ayam ras = Rp 26.196 /kg
Telur ayam kampung = Rp 45.689 /kg
Garam bata = Rp 2.013 /buah
Garam halus = Rp 9.478 /kg
Cabai merah keriting = Rp 35.811 /kg
Cabai merah besar = Rp 38.755 /kg
Cabai rawit merah = Rp 47.051 /kg
Bawang merah = Rp 34.915 /kg
Bawang putih = Rp 29.806 /kg
Gas elpiji = Rp 19.882 /tabung
Selain telur, penurunan harga juga terjadi pada komoditas bawang, meskipun dalam skala yang tidak terlalu besar.
Sementara itu, harga cabai menunjukkan pergerakan yang bervariasi, dengan sebagian masih berada di kisaran tinggi.
Di tengah perubahan tersebut, harga beras, minyak goreng, dan daging cenderung stabil dengan fluktuasi yang tidak signifikan.
Baca Juga: BRIN Ungkap Potensi Raksasa Mineral Laut Dalam RI, Isinya Komoditas Masa Depan
Kondisi ini mencerminkan pasar yang masih bergerak dinamis dengan penyesuaian di berbagai komoditas.
Perubahan harga sembako ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti distribusi pasokan, kondisi produksi, serta permintaan di pasar.
Dengan turunnya harga telur, masyarakat dapat sedikit terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, kenaikan pada komoditas seperti garam tetap perlu diperhatikan karena berpotensi memengaruhi pengeluaran secara keseluruhan. (iza/han)