Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

BRIN Ungkap Potensi Raksasa Mineral Laut Dalam RI, Isinya Komoditas Masa Depan

Hany Akasah • Senin, 27 April 2026 | 08:50 WIB
ILUSTRASI: Pemandangan terumbu karang di bawah laut.
ILUSTRASI: Pemandangan terumbu karang di bawah laut.

RADAR SURABAYA BISNIS – Di tengah pergeseran peta energi dunia dari bahan bakar fosil menuju energi terbarukan, Indonesia kini membidik potensi ekonomi baru yang tersimpan di dasar samudra. 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi kekayaan mineral laut dalam Indonesia sebagai aset strategis yang mampu menopang industri teknologi hijau di masa depan.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Noor Cahyo Dwi Aryanto, mengungkapkan bahwa perairan Indonesia menyimpan tiga jenis deposit utama: nodul polimetalik, sulfida masif dasar laut, serta kerak feromangan kaya kobalt.

Baca Juga: Optimalkan Layanan Fast Track, Garuda dan Saudia Airlines Sukses Terbangkan 28 Ribu Jemaah di Pekan Pertama

Mineral-mineral ini mengandung komoditas bernilai tinggi seperti tembaga, seng, perak, emas, hingga kobalt yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik (EV).

"Era energi fosil telah mencapai batas, dan kini dunia bergerak menuju energi alternatif berbasis mineral," ujar Noor Cahyo dalam keterangan resminya.

Beberapa titik yang menjadi sorotan eksplorasi antara lain Kawio Barat di perairan Sangihe, Komba Ridge di Flores, Jailolo di Halmahera Barat, hingga Cekungan Busur Banda. 

Baca Juga: Penentuan Nasib Bobibos, Segera Diuji Dengan Standar Internasional

Fenomena anomali suhu air laut di kawasan tersebut mengindikasikan adanya sistem hidrotermal aktif yang membawa kandungan logam berharga ke permukaan dasar laut.

Namun, potensi besar ini bukan tanpa tantangan. Eksplorasi laut dalam memerlukan investasi teknologi tinggi seperti Remotely Operated Vehicle (ROV) dan regulasi yang ketat di bawah otoritas internasional. 

Sebagai langkah strategis, Indonesia tengah menyusun peta jalan eksplorasi nasional hingga tahun 2030, termasuk rencana pengadaan kapal riset canggih.

Baca Juga: Swasembada Pangan Indonesia Tercapai, Impor Hanya 5 Persen

Langkah ini diharapkan tidak hanya mendongkrak ekonomi nasional melalui sektor pertambangan laut, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan ekosistem laut agar berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Editor : Hany Akasah
#kobalt #BRIN #mineral #laut