RADAR SURABAYA BISNIS - Pergerakan harga bahan pokok di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo pada Minggu (26/4) memperlihatkan arah yang berbeda antar komoditas.
Mengacu pada pembaruan data pukul 09.35 WIB, cabai menjadi salah satu komoditas yang mengalami penurunan serentak.
Penurunan paling besar terlihat pada cabai merah besar yang turun sekitar 1,08 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Selain cabai, harga bawang merah dan bawang putih juga ikut terkoreksi, meskipun dalam kisaran yang tidak terlalu besar.
Kondisi ini sedikit membantu menekan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan dapur harian.
Baca Juga: Harga Emas Antam Stagnan, Buyback Tetap Bertahan di Level yang Sama
Berikut rincian harga sembako terbaru:
Beras premium = Rp 14.948 /kg
Beras medium = Rp 12.871 /kg
Gula kristal putih = Rp 17.199 /kg
Minyak goreng curah = Rp 20.378 /kg
Minyak goreng kemasan premium = Rp 21.236 /liter
Minyak goreng kemasan sederhana = Rp 18.302 /liter
Minyak goreng Minyakita = Rp 16.209 /liter
Daging sapi paha belakang = Rp 123.222 /kg
Daging ayam ras = Rp 33.902 /kg
Daging ayam kampung = Rp 70.496 /kg
Telur ayam ras = Rp 26.502 /kg
Telur ayam kampung = Rp 46.815 /kg
Garam bata = Rp 2.178 /buah
Garam halus = Rp 9.360 /kg
Cabai merah keriting = Rp 35.164 /kg
Cabai merah besar = Rp 37.595 /kg
Cabai rawit merah = Rp 49.020 /kg
Bawang merah = Rp 34.678 /kg
Bawang putih = Rp 29.799 /kg
Gas elpiji = Rp 20.044 /tabung
Di tengah penurunan beberapa komoditas, harga garam bata justru melonjak cukup signifikan, yakni sekitar 21,40 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Kenaikan ini menjadi yang paling mencolok dalam pergerakan harga kali ini.
Baca Juga: Wamen KKP Beberkan Rencana Groundbreaking Giant Sea Wall di Tuban, Gresik, dan Lamongan
Sementara itu, harga komoditas lain seperti beras, minyak goreng, dan daging cenderung bergerak stabil dengan perubahan yang tidak terlalu mencolok.
Perbedaan arah pergerakan harga ini mencerminkan kondisi pasar yang masih dinamis, dipengaruhi oleh distribusi pasokan serta permintaan masyarakat.
Dengan adanya penurunan pada sejumlah bahan pokok utama, masyarakat dapat sedikit bernapas lega.
Namun, lonjakan pada komoditas tertentu seperti garam tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi pengeluaran secara keseluruhan. (iza/han)