radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat capaian signifikan dalam misi dagang dan investasi di Kalimantan Tengah. Hingga Kamis (23/4), total komitmen transaksi menembus Rp2,082 triliun, memperkuat sinergi perdagangan dan membuka peluang kerja sama ekonomi antarwilayah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari skema business matching yang mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dari kedua provinsi.
Baca Juga: Genjot Ketahanan Pangan, Pemprov Jatim Kejar LP2B 85 Persen Demi Lindungi Lahan Pertanian
“Ini sinergi yang sangat baik. Dari business matching yang dilakukan, terlihat kebutuhan kedua daerah saling melengkapi dan membuka peluang kerja sama luas. Alhamdulillah transaksi misi dagang di Kalimantan Tengah ini menembus Rp2,082 triliun lebih,” ujarnya di Surabaya, Jumat (24/4).
Menurutnya, misi dagang menjadi langkah konkret dalam memperkuat konektivitas perdagangan domestik sekaligus mendorong integrasi pasar dalam negeri. Kolaborasi ini mempertemukan langsung penjual dan pembeli lintas daerah sehingga transaksi dapat terjadi secara efektif.
Baca Juga: Respon Pajak Kendaraan Listrik, DPRD Jatim Usul Mobil Listrik Dikenai Pajak, Motor Ditangguhkan
Total nilai transaksi tersebut terdiri atas penjualan dari Jawa Timur sebesar Rp1,798 triliun, pembelian Rp193,55 miliar, serta komitmen investasi mencapai Rp90 miliar. Komoditas yang diperdagangkan meliputi sektor peternakan, perikanan, pertanian, hingga industri olahan.
Selain itu, Jawa Timur juga mendapatkan pasokan dari Kalimantan Tengah seperti udang vaname, kayu bulat, dan rotan. Kerja sama investasi diarahkan pada sejumlah sektor strategis, di antaranya pembangunan pabrik gula merah tebu, pertambangan, serta budidaya ikan patin sungai.
Baca Juga: Naik Jadi Rp 9,39 Triliun, Khofifah Pastikan Belanja Pegawai Jatim Masih Diangka Aman
Sepuluh transaksi terbesar berasal dari sektor unggulan, seperti produk peternakan senilai Rp1,21 triliun per tahun, pupuk organik cair Rp227,25 miliar untuk lima tahun, hingga industri hasil tembakau Rp163,74 miliar per tahun. Sektor lain yang turut berkontribusi meliputi kehutanan, perikanan, perdagangan udang vaname, investasi pertambangan emas rakyat, budidaya ikan patin, serta komoditas bawang merah.
Khofifah juga memaparkan kinerja ekonomi Jawa Timur yang menunjukkan tren positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,85 persen (year on year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,39 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur tercatat Rp3.403,17 triliun dengan kontribusi 14,40 persen terhadap PDB nasional.
Baca Juga: Penjualan Eceran Jatim Melonjak 4,2% di Februari 2026, Terdorong Imlek hingga Ramadan
Struktur ekonomi Jawa Timur ditopang oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Di sisi perdagangan eksternal, Jawa Timur mencatat surplus neraca perdagangan sebesar Rp167,53 triliun pada 2025, sementara perdagangan antarwilayah mencapai Rp333,83 triliun.
Hubungan dagang antara Jawa Timur dan Kalimantan Tengah juga menunjukkan potensi besar. Pada 2024, nilai perdagangan kedua wilayah mencapai Rp14,16 triliun, didominasi pembelian dari Kalimantan Tengah sebesar Rp11,67 triliun.
Sejak 2019 hingga 2026, Pemprov Jatim telah melaksanakan 51 misi dagang di 29 provinsi dengan total komitmen transaksi mencapai Rp38,32 triliun dari lebih dari 2.200 transaksi yang melibatkan ribuan pelaku usaha.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyambut positif misi dagang ini sebagai momentum strategis memperkuat sinergi antar daerah.
“Kegiatan ini kami pandang sebagai pintu gerbang bersama yang lebih luas, tidak hanya aspek perdagangan, tapi juga investasi, hilirisasi industri, dan penguatan rantai pasok antar daerah,” ujarnya.
Dengan capaian ini, misi dagang Jawa Timur tidak hanya mencatat angka fantastis, tetapi juga memperkuat fondasi kerja sama ekonomi nasional yang saling terhubung dan berkelanjutan. (mus/han)
Editor : Hany Akasah