radarsurabayabisnis.id - Surabaya kembali bersiap menggelar kemeriahan tahunan melalui Festival Rujak Uleg 2026 yang hadir dengan konsep lebih segar bertajuk “Rujakphoria”. Tidak sekadar perayaan budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS), festival ini juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan lewat pelibatan pelaku UMKM lokal.
Pemerintah Kota Surabaya menghadirkan inovasi baru dalam gelaran Festival Rujak Uleg tahun ini. Dengan konsep “Rujakphoria”, acara tidak hanya menonjolkan tradisi kuliner khas, tetapi juga memperkuat peran sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga: Jejak Pusat Produksi Batu Merah di Gunungsari Surabaya, Bahan Pembakaran dan Cara Kirim Sangat Unik
Sub Koordinator Pengembangan Seni dan Budaya Disbudporapar Surabaya, Rina Wahyuni, menjelaskan bahwa festival akan kembali digelar di Surabaya Expo Center, Jalan Kusuma Bangsa. Seperti tahun sebelumnya, acara berlangsung pada sore hingga malam hari untuk menghadirkan suasana yang lebih hidup dan meriah.
“Tahun ini kembali digelar di Surabaya Expo Center dengan tema Rujakphoria. Pelaksanaannya juga sore hari seperti tahun lalu,” ujarnya, Rabu (23/4).
Selain atraksi utama seperti lomba menguleg rujak dan parade kostum unik, Festival Rujak Uleg 2026 juga akan diramaikan oleh pelaku UMKM dari berbagai sektor, terutama kuliner dan minuman (food and beverage/FnB).
Menariknya, UMKM yang terlibat merupakan binaan Pemkot Surabaya yang telah melalui proses kurasi ketat oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan Surabaya. Hal ini memastikan produk yang ditampilkan tidak hanya beragam, tetapi juga memiliki kualitas yang terjamin.
“UMKM yang ikut adalah binaan pemkot dan sudah dikurasi. Jadi, selain meramaikan acara, juga memberikan kualitas produk yang baik,” jelas Rina.
Dampak Ekonomi dan Daya Tarik Festival:
Pelibatan UMKM dalam festival ini bukan sekadar pelengkap, melainkan strategi konkret Pemkot Surabaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Event berskala besar seperti Festival Rujak Uleg terbukti mampu meningkatkan omzet pelaku usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar mereka.
Baca Juga: Update Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo 23 April 2026, Beras Naik Tipis
Dengan konsep “Rujakphoria”, festival ini juga menjadi ruang kolaborasi antara budaya tradisional dan ekonomi kreatif modern. Tidak hanya menjaga warisan kuliner khas Surabaya, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Harapannya tentu bisa menggeliatkan ekonomi kerakyatan, khususnya sektor UMKM di Surabaya,” tambahnya.
Festival Rujak Uleg 2026 diprediksi kembali menjadi magnet wisata dan kuliner di Surabaya. Perpaduan budaya, hiburan, dan geliat UMKM menjadikan event ini bukan hanya sekadar festival, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi lokal yang semakin kuat.
Editor : Hany Akasah