Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ekonomi Halal Global Tembus Rp51 Ribu Triliun di 2026, Indonesia Incar Jadi Pusat Dunia

Hany Akasah • Rabu, 22 April 2026 | 17:43 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar
Menteri Agama Nasaruddin Umar

radarsurabayabisnis.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan nilai ekonomi halal global diproyeksikan menembus lebih dari USD 3 triliun atau setara sekitar Rp51.532 triliun pada 2026. Angka fantastis ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama di panggung dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Halalbihalal Forum Bisnis Negara Islam Asia Pasifik (B57+) yang digelar di Masjid Istiqlal, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga: Sidoarjo Bidik Jadi Hub Halal Dunia, Targetkan Investasi Rp97,8 Triliun

“Menurut data proyeksi 2026, ekonomi halal global diperkirakan bernilai lebih dari USD 3 triliun,” ujar Nasaruddin.

Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Industri Raksasa

Nasaruddin menegaskan bahwa ekonomi halal kini telah berkembang jauh melampaui konsep keagamaan. Industri ini mencakup berbagai sektor strategis seperti makanan halal, keuangan syariah, kosmetik, hingga gaya hidup halal.

“Kita tidak bisa lagi melihat ekonomi halal hanya dari perspektif ibadah. Ini adalah industri raksasa,” tegasnya.

Indonesia Targetkan Jadi Hub Ekonomi Syariah Dunia

Dengan potensi besar tersebut, Indonesia membidik posisi strategis sebagai pusat (hub) ekonomi syariah global, khususnya di kawasan Asia Pasifik.

Baca Juga: Bukan Hanya Makanan, Produk Tekstil Kini Wajib Punya Sertifikat Halal Demi Tembus Pasar Global

“Semoga Indonesia dapat menjadi jangkar ekonomi syariah di kawasan Asia Pasifik, bahkan di dunia internasional,” tambahnya.

Proyeksi Melejit hingga Rp154 Ribu Triliun di 2030

Senada dengan hal itu, Chairman B57+ Asia Pasifik Arsjad Rasjid menyebutkan nilai ekonomi halal global diprediksi akan terus melonjak dalam beberapa tahun ke depan.

Pada 2030, nilainya diperkirakan mencapai USD 9 triliun atau setara sekitar Rp154 ribu triliun.

“Ekonomi halal global diproyeksikan mencapai USD 9 triliun pada 2030, melampaui batas agama, budaya, dan geografi,” kata Arsjad.

Kunci Sukses: Kolaborasi Global

Arsjad menekankan bahwa potensi besar tersebut harus diimbangi dengan kolaborasi lintas negara yang kuat dan terstruktur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian global.

“Potensi sebesar ini baru akan bermakna jika kita mampu membangun kolaborasi yang terorganisasi, terpercaya, dan terhubung,” ujarnya.

Ia juga menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi penghubung ekonomi halal dunia, terutama melalui inisiatif B57+ yang mendorong kerja sama antarnegara.

“Halal adalah gaya hidup yang berakar pada kepercayaan, kualitas, dan integritas, yang kini menjadi standar relevan di berbagai sektor,” pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
#menteri agama #produk halal #Nasarudin Umar #halal