Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bukan Sekadar Impor, Ini Alasan Bahlil Pakai Taktik Bola Barcelona untuk Selamatkan Industri Gas Nasional

Hany Akasah • Rabu, 22 April 2026 | 09:15 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan strategi unik dalam menjaga ketahanan energi nasional. 

Ibarat klub sepak bola Barcelona, pemerintah kini menerapkan kombinasi taktik bertahan dan menyerang guna memastikan pasokan energi dalam negeri tetap stabil di tengah tantangan global.

Bahlil menjelaskan bahwa sisi "bertahan" dilakukan dengan mengoptimalkan produksi lifting migas yang sudah ada. Sementara itu, sisi "menyerang" diwujudkan melalui eksplorasi masif untuk menemukan sumber cadangan energi baru.

Baca Juga: Satgas Haji Perketat Pengawasan, 8 Jemaah Ilegal Berhasil Digagalkan

Temuan Gas Raksasa di Kalimantan Timur

Strategi "menyerang" ini membuahkan hasil signifikan dengan ditemukannya cadangan gas raksasa di Kalimantan Timur oleh perusahaan migas asal Italia, Eni. Penemuan tersebut mencakup total potensi cadangan sebesar 7 triliun cubic feet (Tcf).

"Saya mengumumkan bahwa Eni baru mendapatkan satu wilayah kerja baru Gas Jumbo dari Blok Geliga yang menghasilkan 5 Tcf untuk gas, dan kita mendapat kondensat sekitar 300 juta barel minyak ekuivalen," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/4).

Selain Blok Ganal Geliga, potensi besar juga ditemukan di Blok Gula. Keduanya diproyeksikan mulai beroperasi secara maksimal pada tahun 2028 dengan target produksi awal sebesar 2.000 MMSCFS, dan meningkat hingga 3.000 MMSCFS pada tahun 2030.

Baca Juga: Penjualan Eceran Jatim Melonjak 4,2% di Februari 2026, Terdorong Imlek hingga Ramadan

Mandiri Energi dan Kurangi Impor

Langkah ini bukan sekadar mengejar angka produksi. Bahlil menegaskan bahwa hasil dari blok-blok baru ini akan diprioritaskan untuk kebutuhan pasar domestik dan industri hilirisasi. 

Salah satu target utamanya adalah mengamankan bahan baku untuk industri petrokimia seperti Lotte Chemical dan pemenuhan kebutuhan LPG nasional.

"Ini adalah strategi bagaimana gas kita tidak kita lakukan impor dari negara manapun, kita harus memenuhi kebutuhan dalam negeri," tegasnya.

Baca Juga: Siap-siap! RI Bakal Permudah Impor Daging Sapi dan Susu dari Polandia,

Pemanfaatan kondensat dari blok ini juga diharapkan mampu menekan ketergantungan impor crude oil. Dengan tambahan produksi hingga 150 ribu barel kondensat pada 2030, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat neraca perdagangan sektor energi sekaligus menjaga kedaulatan energi nasional.

 

Editor : Hany Akasah
#barcelona #gas #bahlil #kalimantan timur #esdm