Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Penjualan Eceran Jatim Melonjak 4,2% di Februari 2026, Terdorong Imlek hingga Ramadan

Mus Purmadani • Selasa, 21 April 2026 | 19:57 WIB
MELONJAK: Perayaan Imlek, cuti bersama, hingga Ramadan menjelang Idulfitri turut mendorong pertumbuhan penjual eceran.
MELONJAK: Perayaan Imlek, cuti bersama, hingga Ramadan menjelang Idulfitri turut mendorong pertumbuhan penjual eceran.

radarsurabayabisnis.id - Kinerja penjualan eceran di Jawa Timur menunjukkan tren positif. Setelah sempat terkontraksi, penjualan ritel kembali melonjak didorong momen hari besar keagamaan dan meningkatnya konsumsi masyarakat.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur mencatat penjualan eceran tumbuh sebesar 4,2 persen secara bulanan (month to month/MtM) pada Februari 2026. Angka ini meningkat tajam dibandingkan Januari yang mengalami kontraksi sebesar 4,9 persen.

Direktur Eksekutif KPw BI Jatim, Ibrahim, menjelaskan bahwa kenaikan ini dipicu oleh faktor musiman, terutama momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Baca Juga: Purbaya Optimis Ekonomi Indonesia Bakal Tumbuh Hingga 6 Persen di 2026

“Peningkatan tersebut didorong oleh mayoritas kelompok komoditas seperti suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga, sandang, makanan dan minuman, serta barang budaya dan rekreasi,” ujarnya, Senin (20/4).

Kenaikan permintaan masyarakat saat perayaan Imlek, cuti bersama, hingga Ramadan menjelang Idulfitri turut mendorong pertumbuhan tersebut, ditambah berbagai program diskon dari pelaku usaha.

Baca Juga: Setelah 15 Tahun, Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple, Ini Sosok Penggantinya John Ternes

Secara tahunan (year on year/YoY), penjualan eceran di Surabaya juga tumbuh signifikan sebesar 13,2 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 10,9 persen.

Baca Juga: Hari Pertama UTBK di Unair, Peserta Dapat Teh Hangat, Snack hingga Ambulans Disiagakan

Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kelompok suku cadang dan aksesori yang melonjak hingga 40,4 persen YoY, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 13,3 persen YoY.

Ke depan, BI Jatim memproyeksikan tren positif masih berlanjut. Pada Maret 2026, penjualan eceran diperkirakan tumbuh 8,4 persen MtM, didorong meningkatnya konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Baca Juga: Kloter Pertama Haji 2026 Tiba di Surabaya, Proses Dibuat Lebih Efisien Tanpa Seremonial

Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Maret juga diproyeksikan naik menjadi 13,6 persen YoY, sedikit lebih tinggi dari Februari yang sebesar 13,2 persen.

Namun demikian, BI Jatim mengingatkan adanya potensi tekanan dari sisi global. Ketidakpastian ekonomi, termasuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi memicu kenaikan harga energi dan berdampak pada daya beli masyarakat.

“Hal ini dapat meningkatkan harga sejumlah komoditas dan memengaruhi konsumsi,” pungkas Ibrahim.

Editor : Hany Akasah
#ritel jatim #bi jatim #ekonomi jatim