Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Surplus 200 Ribu Ton, Produksi Gula RI Diprediksi Mencapai 3,04 juta Ton, Sinyal Swasembada Gula

Mus Purmadani • Minggu, 19 April 2026 | 20:45 WIB
Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian Dr. Abdul Roni Angkat
Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian Dr. Abdul Roni Angkat

radarsurabayabisnis.id - Produksi gula nasional Indonesia diproyeksikan mencapai 3,04 juta ton pada 2026, melampaui kebutuhan konsumsi domestik yang berada di kisaran 2,8 juta ton. Kondisi ini membuka peluang surplus gula konsumsi hingga 200 ribu ton, memperkuat optimisme menuju swasembada gula nasional.

Data tersebut mencuat dalam forum taksasi awal giling Gula Kristal Putih (GKP) yang digelar di Surabaya, Sabtu (18/4). Forum ini mempertemukan pelaku industri gula dari seluruh Indonesia untuk memetakan potensi produksi sekaligus membaca arah musim giling tahun ini.

Baca Juga: Target Swasembada Gula, Kementan Kucurkan Rp1,3 Triliun untuk Perluas Lahan Tebu

Secara struktural, sektor hulu menunjukkan tren positif. Luas areal panen tebu tercatat mencapai 576.538 hektare, dengan produktivitas menyentuh 70,87 ton per hektare. Sementara itu, produksi GKP diperkirakan mencapai 5,28 ton per hektare, dengan rendemen nasional sebesar 7,45 persen—indikator peningkatan efisiensi di sektor pengolahan.

Surplus gula konsumsi ini tak hanya melampaui target dalam Rencana Strategis (Renstra) Perkebunan, tetapi juga mencerminkan perbaikan signifikan di sektor hulu yang selama ini menjadi fokus pemerintah.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Hari Ini, Minyak Goreng Kompak Naik

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa capaian ini menjadi pijakan untuk langkah yang lebih besar. Pemerintah terus mendorong percepatan melalui berbagai strategi, mulai dari perluasan lahan tebu, penyediaan benih unggul, hingga modernisasi industri gula dari hulu ke hilir.

“Target kita jelas, pada 2027 produksi gula nasional harus mencapai 3,27 juta ton sebagai bagian dari agenda swasembada gula,” ujarnya.

Senada, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menyebut surplus ini sebagai sinyal positif bagi stabilitas pasar domestik. Program peningkatan produktivitas tebu dinilai mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.
Baca Juga: Program Magang Nasional Batch I Kemenaker Masuki Fase Final, Peserta Diingatkan Tuntaskan Syarat Administrasi

Namun demikian, tantangan masih membayangi, terutama untuk memenuhi kebutuhan gula industri. Pada 2026, kebutuhan sektor industri diperkirakan mencapai 3,4 juta ton, jauh di atas ketersediaan gula konsumsi saat ini.

Kondisi ini menuntut strategi yang lebih komprehensif. Penguatan industri gula tidak hanya ditujukan untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga sebagai penopang utama sektor makanan, minuman, hingga manufaktur.

Sejumlah langkah strategis terus dipacu, seperti ekspansi areal tebu, peningkatan produktivitas lahan, modernisasi pabrik gula, penggunaan varietas unggul, hingga percepatan investasi di sektor hilir.

Kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah, BUMN, swasta, hingga petani tebu—menjadi kunci utama. Dengan tren produksi yang terus meningkat, Indonesia dinilai berada di jalur tepat untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing industri gula di pasar global.

Editor : Hany Akasah
#produksi gula #swasembada #swasembada gula