RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan resmi mempercepat langkah strategis untuk mewujudkan swasembada gula nasional.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan pengembangan kawasan tebu seluas 97.970 hektare dengan dukungan anggaran APBN mencapai Rp1,3 triliun.
Langkah ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto guna memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor gula.
Baca Juga: AS Tak Tepati Perjanjian, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz dan Picu Kekhawatiran Global
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh jajaran diperintahkan untuk bergerak cepat dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Pemerintah tidak ingin lagi bergantung pada impor untuk kebutuhan dalam negeri. Dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, kami optimistis swasembada gula dapat segera tercapai," ujar Mentan Amran dalam keterangannya, Kamis (16/4).
Jawa Timur ditetapkan sebagai lokus utama pengembangan, disusul oleh Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Selain di Pulau Jawa, ekspansi lahan juga merambah ke wilayah baru seperti Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Gorontalo, dan Banten.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Hari Ini, Minyak Goreng Kompak Naik
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Ali Jamil, menjelaskan bahwa percepatan saat ini difokuskan pada penyelesaian Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL).
Targetnya, seluruh administrasi lahan rampung paling lambat pertengahan Mei 2026, tepat sebelum musim giling dimulai pada 17 Mei mendatang.
"Ke depan, pengembangan ini tidak hanya meningkatkan produksi dan rendemen gula, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani serta mendorong kemandirian industri gula dari hulu hingga hilir," kata Ali Jamil.
Baca Juga: Harga Emas Antam Stagnan di Akhir Pekan, Buyback Tetap Bertahan
Menghadapi tantangan iklim, Kementan telah menyiapkan langkah mitigasi terhadap potensi El Nino melalui program pompanisasi dan penyediaan sumber air guna mencegah kekeringan lahan.
Selain aspek teknis, keberhasilan program ini juga bertumpu pada sinergi lintas sektor. Peran aktif BUMN, khususnya PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), bersama pelaku usaha dan pabrik gula swasta terus diperkuat untuk mengonsolidasikan pelaksanaan program di lapangan, mulai dari penyediaan benih unggul hingga sinkronisasi jadwal tanam.
Editor : Hany Akasah