Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Produksi Sawit RI Melejit 6 Juta Ton Tanpa Babat Hutan, Begini Rencana Besar Mentan Amran

Hany Akasah • Sabtu, 18 April 2026 | 18:56 WIB
PABRIK: Minyak kelapa sawit menjadi salah satu komoditas yang diekspor Indonesia ke Arab Saudi.
PABRIK: Produksi sawit nasional meningkat melalui optimalisasi lahan marginal dan persiapan mandatori biofuel B50.

RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan produksi kelapa sawit nasional tanpa mengorbankan kawasan hutan. 

Strategi utama yang diusung adalah dengan memprioritaskan penanaman di lahan gundul atau lahan marginal yang tidak produktif.

Langkah ini diambil seiring dengan rencana pemerintah untuk memperluas pemanfaatan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di dalam negeri, terutama untuk kebutuhan energi hijau melalui program biofuel B40 menuju B50.

Baca Juga: Nostalgia Tahun 50-an, Dulu Ada 13 Koran di Surabaya, Kini Tinggal Satu yang Bertahan

"Kita prioritaskan (tanam sawit di) tanah yang gundul. Yang tidak berhutan. Kita prioritaskan ke sana. Kita prioritaskan yang marginal, daerah yang gundul," ujar Amran dalam keterangan resminya di Jakarta Selatan, Rabu (15/4).

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi sawit nasional saat ini menunjukkan tren positif. Amran mengungkapkan bahwa produksi telah meningkat hingga 6 juta ton tanpa perlu melakukan ekspansi lahan secara masif. 

Saat ini, ekspor CPO Indonesia tercatat mencapai 32 juta ton, sebuah angka yang dinilai sangat mencukupi untuk kebutuhan domestik maupun pasar global.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Perempuan Online Meningkat, Pemerintah Perketat Pengawasan Platform Digital

Selain untuk bahan bakar, peningkatan produksi ini juga diproyeksikan sebagai substitusi bahan baku industri, seperti nafta untuk pembuatan plastik. Hal ini diharapkan dapat menekan angka impor bahan baku industri berbasis fosil.

Meski fokus pada peningkatan produksi, Amran menjamin bahwa pemerintah telah menyiapkan regulasi ketat untuk melindungi lahan sawah produktif dan ekosistem hutan.

HIlirisasi energi berbasis sumber daya domestik ini dirancang agar tidak mengganggu sektor pangan maupun lingkungan.

Baca Juga: Kedubes Korsel Minta Maaf Soal Travel Advisory, Pemerintah Jamin Bali Tetap Aman dan Terbuka

"Ada regulasi ada. Perlindungan (lahan sawah produktif)," tegasnya.

Selain sawit, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan bioetanol melalui program E20 dengan memanfaatkan komoditas pangan lain seperti jagung, tebu, dan ubi sebagai upaya memperkuat kedaulatan energi nasional di tengah fluktuasi harga energi global.

Editor : Hany Akasah
#amran sulaiman #sawit #b50 #lahan #mentan