Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Minyak Dunia Tembus US$90, Akankah Harga BBM Indonesia Ikut Naik? Ini Kata Pertamina

Hany Akasah • Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Sebelumnya, pemerintah bersama Pertamina sempat menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi meski harga minyak dunia pernah menembus US$100 per barel.
Sebelumnya, pemerintah bersama Pertamina sempat menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi meski harga minyak dunia pernah menembus US$100 per barel.

radarsurabayabisnis.id - Kabar soal potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali mencuat seiring lonjakan harga minyak dunia yang masih bertahan di atas US$90 per barel.

Pertamina memastikan hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Perusahaan masih melakukan kajian mendalam dan berkoordinasi dengan pemerintah sebelum mengambil langkah strategis.

Baca Juga: Omzet Ratusan Juta, Penjual Beras SPHP Palsu Ditangkap, Penjual Kantong Kemasan Diselidiki

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa proses penentuan harga masih berjalan.

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi masih dalam tahap kajian dan koordinasi dengan pemerintah,” ujarnya di Jakarta, Kamis (16/4).

Ia menegaskan, setiap perubahan harga nantinya akan diumumkan secara resmi melalui kanal komunikasi Pertamina. Selama ini, pembaruan harga BBM nonsubsidi memang rutin dilakukan setiap awal bulan.

Baca Juga: Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak Mulai April 2026, Ini Aturan Barunya

Di tengah situasi ini, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh spekulasi yang beredar. Penetapan harga, menurut Baron, tidak hanya mempertimbangkan harga minyak dunia, tetapi juga kondisi ekonomi nasional serta daya beli masyarakat.

Sebelumnya, pemerintah bersama Pertamina sempat menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi meski harga minyak dunia pernah menembus US$100 per barel. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Anjlok Tipis, Mata Uang di Asia Kompak Tunjukkan Pelemahan

Namun, dinamika global terus berubah. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat sejumlah negara mulai menaikkan harga BBM dan memperketat konsumsi energi.

Negara seperti Jepang dan Korea Selatan ikut terdampak karena tingginya ketergantungan terhadap impor minyak. Sementara itu, Pakistan dan Bangladesh menghadapi tekanan lebih berat akibat keterbatasan fiskal dan cadangan energi.

Perkembangan global ini menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pemerintah dan Pertamina dalam menentukan arah kebijakan harga BBM di Indonesia.

Editor : Hany Akasah
#minyak dunia #harga bbm #bbm subsidi #pertamina