radarsurabayabisnis.id - Sertifikat halal kini bukan lagi sekadar kewajiban religius, tetapi telah menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri, termasuk sektor tekstil Indonesia di pasar global.
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan bahwa industri tekstil nasional perlu mulai serius mengadopsi sertifikasi halal sebagai strategi bisnis jangka panjang.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menyebut bahwa konsep halal telah berkembang menjadi bagian dari industri global yang identik dengan kualitas dan kepercayaan konsumen.
Baca Juga: Omzet Ratusan Juta, Penjual Beras SPHP Palsu Ditangkap, Penjual Kantong Kemasan Diselidiki
“Halal sudah menjadi industri dunia. Produk tekstil wajib memiliki sertifikat halal karena bersentuhan langsung dengan tubuh,” ujarnya di Jakarta, Jumat.
Menurut Haikal, sertifikasi halal bukan hanya menjamin kepatuhan terhadap prinsip syariah, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah produk di mata pasar internasional.
Dengan label halal, produk tekstil Indonesia dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar ekspor dan bersaing dengan produk dari negara lain.
Ia pun mendorong pelaku industri tekstil nasional untuk menjadikan sertifikasi halal sebagai bagian dari strategi utama dalam memperkuat posisi Indonesia di industri halal global yang terus berkembang pesat.
Baca Juga: Wajib Vaksin atau Gagal Berangkat! Sistem Arab Saudi Pantau Langsung Jemaah Haji Indonesia
Dukungan terhadap kebijakan ini juga datang dari Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI). Ketua IKATSI, Shobirin F. Hamid, menilai kewajiban sertifikasi halal dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing industri tekstil dan produk barang gunaan di dalam negeri.
Baca Juga: Indonesia Targetkan Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk Urea saat Pasokan Global Terganggu Konflik Geopolitik
“Kami mendukung kewajiban sertifikat halal bagi industri tekstil dan barang gunaan untuk meningkatkan daya saing usaha,” katanya.
Sementara itu, Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, menekankan bahwa konsep halal kini telah menjadi bagian dari gaya hidup modern.
Menurutnya, halal tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga mencerminkan nilai keindahan, kesehatan, kualitas, kreativitas, hingga inovasi.
“Halal harus menjadi gaya hidup karena mencakup berbagai aspek tersebut,” ujarnya.
Editor : Hany Akasah