Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Stok Bahan Baku Tekstil Langka, RI Gandeng Malaysia Amankan Pasokan Nasional

Hany Akasah • Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB
FOKUS: Pekerja mengamati jaringan benang di sebuah pabrik tekstil.
FOKUS: Pekerja mengamati jaringan benang di sebuah pabrik tekstil.

RADAR SURABAYA BISNIS – Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia mulai mendapatkan angin segar di tengah ketidakpastian rantai pasok global. 

Pasokan bahan baku alternatif kini mulai mengalir dari perusahaan energi asal Malaysia, Petronas, guna menutupi kelangkaan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartiwa, mengungkapkan bahwa sebagian pelaku usaha dalam negeri telah menerima pengiriman bahan baku tersebut. 

Baca Juga: BI Catat Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.488 Triliun, Tumbuh 2,5 Persen Secara Tahunan

Meski demikian, volume pasokan yang masuk saat ini masih dalam skala kecil dan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan industri nasional.

"Dari anggota kami, sudah ada yang mendapatkan sebagian kecil dari Petronas," ujar Jemmy dalam pembukaan Indo Intertex di JIExpo Kemayoran, Rabu (15/4).

Kelangkaan bahan baku ini dipicu oleh terganggunya jalur logistik dan distribusi akibat konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran. 

Baca Juga: Dulu Jadi Tameng Hidup, Kini Arek Suroboyo Diminta Jaga Ruh Kota Surabaya

Menurut Jemmy, krisis ini tidak hanya menghantam Indonesia, namun juga dirasakan oleh industri tekstil global, sehingga memicu perebutan stok bahan baku di pasar internasional

Senada dengan API, Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mengamankan rantai pasok industri TPT. 

Direktur Jenderal Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Taufiek Bawazier, menyatakan optimisme bahwa pemerintah akan terus membantu pelaku usaha mencari sumber alternatif di luar wilayah konflik.

Baca Juga: Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes, Simak Syarat dan Jadwal Pendaftarannya

"Pemerintah pasti mencari sumber-sumber rantai pasok baru yang bisa menyuplai kebutuhan industri di dalam negeri," tegas Taufiek.

Saat ini, Kemenperin tengah menjalin komunikasi intensif dengan beberapa negara potensial untuk menjadi mitra pemasok bahan baku. Namun, Taufiek masih enggan merinci daftar negara tersebut karena proses negosiasi yang bersifat rahasia.

"Ada negaranya (kita ajak komunikasi), tapi mereka industrinya belum bisa diungkap. Jadi masih agak confidential," tutupnya.

Baca Juga: Rupiah Rebound Tipis, Didorong Melemahnya Dolar AS di Pasar Global

Editor : Hany Akasah
#bahan baku #petronas #kemenperin #tekstil #alternatif