RADAR SURABAYA BISNIS - Upaya memperluas pasar ekspor komoditas pangan terus dilakukan pemerintah seiring dengan meningkatnya produksi dalam negeri.
Salah satu langkah yang kini tengah dijajaki adalah membuka peluang ekspor beras ke sejumlah negara mitra.
Indonesia melalui Perum Bulog saat ini sedang mengeksplorasi peluang pengiriman beras ke Malaysia dengan potensi permintaan mencapai 200 ribu ton.
Rencana tersebut muncul seiring adanya kebutuhan impor beras dari negara tersebut.
Baca Juga: Lolos Seleksi Nasional, Kepsek Asal Jawa Timur Marta Mila Sugesti Siap Pimpin SMA Unggul Garuda di NTT
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa komunikasi terkait rencana ekspor tersebut sudah mulai dilakukan, bahkan salah satu perwakilan Bulog telah diminta untuk melakukan kunjungan ke Malaysia guna menindaklanjuti permintaan tersebut.
"Bahkan, kemarin salah satu direktur kami juga diminta berangkat ke Malaysia karena ada permintaan impor beras tidak kurang dari 200 ribu ton. Ini cukup besar jumlahnya," ujar Rizal dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin (13/4).
Ia menegaskan bahwa kondisi cadangan beras nasional saat ini berada dalam kondisi yang kuat, sehingga rencana ekspor tersebut tidak akan mengganggu kebutuhan dalam negeri maupun stabilitas harga pangan.
Baca Juga: Ekspor Perikanan RI Berpeluang Raih Rp 419 Miliar dalam Ajang SENA 2026 di Boston
Sebelumnya, Indonesia juga telah merealisasikan ekspor beras ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton.
Pengiriman tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di negara tersebut.
Selain Arab Saudi, pemerintah juga mulai membidik sejumlah negara lain sebagai tujuan ekspor berikutnya.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyebut bahwa negara-negara seperti Malaysia hingga Papua Nugini masuk dalam daftar potensi pasar yang akan dikembangkan.
Peluang ekspor beras ini dinilai semakin terbuka lebar seiring dengan meningkatnya produktivitas beras dalam negeri dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut memungkinkan Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga mulai memperluas peran sebagai pemasok beras di pasar internasional.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap ekspor beras dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan sektor pertanian sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan pangan global. (iza/han)
Editor : Hany Akasah