RADAR SURABAYA BISNIS - Kinerja ekspor sektor perikanan Indonesia kembali menunjukkan tren positif di pasar internasional.
Hal ini tercermin dari tingginya minat pembeli global terhadap berbagai komoditas unggulan Indonesia dalam ajang pameran internasional.
Kementerian Perdagangan melaporkan bahwa produk perikanan Indonesia berhasil mencatat potensi transaksi sebesar 24,7 juta dolar AS atau setara dengan Rp 419 miliar dalam ajang Seafood Expo North America 2026 yang digelar di Boston, Amerika Serikat.
Capaian tersebut diperoleh melalui sekitar 50 pertemuan bisnis (business to business/B2B) antara pelaku usaha Indonesia dengan para importir dari Amerika Serikat.
Sejumlah komoditas perikanan yang mendapat perhatian tinggi di antaranya tuna, udang, kakap merah, gurita, cumi, hingga tilapia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Fajarini Puntodewi, menilai hasil tersebut menunjukkan daya saing produk perikanan Indonesia yang tetap kuat di pasar global.
"Potensi transaksi sebesar Rp 419 miliar menunjukkan tingginya minat pasar global terhadap produk perikanan Indonesia. Minat terhadap komoditas unggulan seperti udang dan tuna tetap kuat, didukung persepsi positif atas kualitas produk, konsistensi pasokan, serta komitmen terhadap praktik keberlanjutan (sustainability) dan ketertelusuran," ujar Puntodewi.
Baca Juga: Sukses Raup Rp650 Miliar, Deretan Inovasi Kampus ITS Ini Kini Diburu Investor Dunia
Dalam pameran tersebut, Indonesia menempati area seluas 55,7 meter persegi dengan mengusung identitas geografis melalui subtema Indonesian Shrimp: Discover the Taste of 17,000 Islands.
Pendekatan ini menekankan kekayaan sumber daya laut Indonesia sekaligus memperkuat branding produk di pasar global.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekspor produk perikanan Indonesia ke Amerika Serikat pada periode Januari hingga Februari 2026 telah mencapai 201,12 juta dolar AS.
Angka tersebut melanjutkan kinerja ekspor tahun sebelumnya yang mencapai 1,17 miliar dolar AS sepanjang 2025.
Atase Perdagangan RI di Washington D.C., Ranitya Kusumadewi, menambahkan bahwa respons pasar terhadap produk Indonesia cukup positif, baik dari sisi harga maupun kualitas.
Menurutnya, hal ini mencerminkan kemampuan industri perikanan nasional dalam menyesuaikan diri dengan standar dan tuntutan pasar internasional yang terus berkembang.
Indonesia juga dinilai sebagai mitra dagang yang adaptif terhadap dinamika regulasi global.
Baca Juga: Cuma Rp2.500 untuk Pelajar dan Rp5.000 Umum, Trans Jatim Bakal Menjangkau hingga Desa
Meski demikian, ia menyebutkan bahwa isu hambatan non-tarif masih menjadi perhatian dalam proses perdagangan.
Hal tersebut terus dibahas secara teknis guna mengantisipasi potensi kendala, seperti tertahannya produk di pelabuhan tujuan.
Dengan capaian ini, sektor perikanan Indonesia diharapkan dapat terus memperluas penetrasi pasar ekspor serta memperkuat posisinya sebagai salah satu pemasok produk laut unggulan di pasar global. (iza/han)
Editor : Hany Akasah