radarsurabayabisnis.id - Upaya memperkuat hilirisasi riset di Indonesia semakin menunjukkan arah yang jelas. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan inovasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Dukungan tersebut disampaikan saat peluncuran Science Techno Park (STP) ITS 2027 di Gedung Creative Center A ITS, Selasa (14/4). Kehadiran STP ini menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan seluruh fasilitas riset dalam satu ekosistem yang terarah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi.
ITS Masuk 5 Besar STP Top-Tier Nasional
Dalam kesempatan itu, Rachmat mengungkapkan bahwa pembangunan Science Techno Park di Indonesia masih belum mencapai target 100 unit. Meski demikian, capaian ITS dinilai sangat progresif karena berhasil masuk dalam lima besar STP top-tier nasional bersama UI, ITB, UGM, dan IPB dalam Konvensi Sains Teknologi Indonesia (KTSI).
Baca Juga: Daftar 7 Kampus Terbaik di Jawa Timur 2026 Versi UniRank, Berikut Tips Memilih Kampus
Keunggulan ITS semakin terlihat dari keberadaan fasilitas sirkuit otomotif yang menjadi satu-satunya di Indonesia. Fasilitas ini membuka peluang besar bagi pengembangan riset kendaraan dan teknologi transportasi masa depan.
Hilirisasi Riset Jadi Kunci Ekonomi Teknologi
Rachmat menegaskan bahwa hilirisasi riset merupakan kunci dalam membangun ekonomi berbasis teknologi. Ia menilai hasil penelitian tidak boleh berhenti sebagai konsep, tetapi harus mampu diimplementasikan menjadi produk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri.
Menurutnya, operasionalisasi Science Techno Park ITS merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan startup baru berbasis kampus sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor inovasi nasional.
Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah juga tengah merealisasikan pembentukan Badan Transfer Teknologi Nasional (NTTO) guna mempercepat komersialisasi hasil riset.
STP ITS Jadi Jembatan Kampus dan Industri
Rektor ITS, Bambang Pramujati, menjelaskan bahwa kawasan STP seluas 10 hektare dirancang sebagai penghubung antara dunia akademisi dan industri. Dengan konsep ini, hasil riset diharapkan dapat lebih cepat diterapkan dalam dunia usaha.
Baca Juga: Investasi Q1 2026 Tembus Rp 497 Triliun, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja Baru
Saat ini, STP ITS telah mengembangkan empat klaster unggulan yang mencakup sektor maritim, otomotif, teknologi informasi dan robotika, serta industri kreatif. Penguatan kawasan ini tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia agar ekosistem inovasi berjalan optimal.
Deretan Inovasi ITS dan Dukungan Rp650 Miliar
ITS terus menunjukkan kiprahnya sebagai pusat inovasi teknologi. Berbagai hasil riset telah dihasilkan, mulai dari alat kesehatan, robot RAISA, kendaraan listrik, kapal otonom i-Boat, hingga solusi teknologi untuk UMKM.
Pengembangan tersebut didukung oleh program Higher Education for Technology and Innovation (HETI) yang didanai Asian Development Bank (ADB) dengan nilai mencapai Rp650 miliar sejak 2022.
Siapkan Rumah Sakit Pintar dan Pusat Semikonduktor
Ke depan, ITS juga menyiapkan sejumlah proyek strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi. Salah satunya adalah pembangunan Rumah Sakit Pendidikan ITS dr. Angka Nitisastro yang akan mengintegrasikan layanan kesehatan dengan teknologi modern.
Baca Juga: Cuma Rp2.500 untuk Pelajar dan Rp5.000 Umum, Trans Jatim Bakal Menjangkau hingga Desa
Selain itu, pengembangan pusat semikonduktor juga menjadi fokus penting dalam mendukung kemandirian industri teknologi nasional.
Dengan berbagai langkah tersebut, ITS semakin menegaskan perannya sebagai pusat inovasi yang siap mendorong lahirnya startup dan industri berbasis riset di Indonesia.
Editor : Hany Akasah