Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Investasi Q1 2026 Tembus Rp 497 Triliun, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja Baru

Hany Akasah • Rabu, 15 April 2026 | 08:05 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan  Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani

RADAR SURABAYA BISNIS – Iklim investasi di Indonesia menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, melaporkan bahwa realisasi investasi pada Kuartal I (Januari-Maret) 2026 berhasil menembus angka Rp 497 triliun.

Capaian ini menandai pertumbuhan sebesar 7 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar Rp 465 triliun. Lonjakan investasi ini berdampak langsung pada penguatan sektor ketenagakerjaan di tanah air.

Baca Juga: Jerome Polin Tutup Bisnis Menantea Usai Rugi Rp 38 M, Ini Pelajaran Mahal bagi UMKM

Penyerapan Tenaga Kerja Meningkat

Seiring dengan masuknya modal tersebut, sebanyak 627.000 orang tercatat berhasil terserap ke lapangan kerja baru. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 5,5 persen dibandingkan kuartal pertama tahun lalu yang menyerap 594.000 tenaga kerja.

"Penyerapan terhadap kerja diperkirakan mencapai 627.000 orang atau naik sekitar 5,5 persen," ujar Rosan dalam keterangan resminya, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, India hingga Australia Kini Berebut Pupuk dari Indonesia

Hilirisasi Jadi Motor Utama

Rosan menekankan bahwa program hilirisasi tetap menjadi kontributor utama di balik tingginya realisasi investasi. Kebijakan ini menyumbang lebih dari 30 persen dari seluruh total investasi yang masuk ke Indonesia.

Dilihat dari sektornya, industri logam dasar memimpin dengan nilai investasi Rp 67 triliun. Disusul oleh sektor transportasi, pergudangan, dan logistik sebesar Rp 54 triliun, serta sektor pertambangan yang mencatatkan angka Rp 51 triliun.

Baca Juga: Penumpang Melonjak, Stasiun Gubeng Paling Padat, KAI Daop 8 Catat 3 Juta Lebih di Awal 2026

Jakarta dan Jawa Barat Masih Mendominasi

Secara geografis, Jakarta masih menjadi destinasi utama bagi para investor dengan raihan Rp 74 triliun. Posisi kedua ditempati oleh Jawa Barat dengan Rp 72 triliun, diikuti Jawa Timur (Rp 38 triliun), Sulawesi Tengah (Rp 34 triliun), dan Banten (Rp 33 triliun).

Sementara itu, dari sisi asal negara, Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat masih mendominasi aliran penanaman modal asing (PMA) di Indonesia selama tiga bulan pertama tahun 2026 ini.

Baca Juga: Menkue Purbaya Bongkar Fakta ke Investor Global, Ekonomi RI Ternyata Tetap Kuat!

Editor : Hany Akasah
#jakarta #tenaga kerja #kuartal 1 #hilirisasi #investasi