radarsurabayabisnis.id - Kepercayaan investor global terhadap Indonesia kembali diuji di tengah berbagai isu yang beredar. Namun pemerintah memastikan kondisi ekonomi nasional tetap kuat dan layak menjadi tujuan investasi.
Purbaya Yudhi Sadewa melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah investor besar di New York dan Washington DC. Pertemuan ini bertujuan untuk menegaskan ketahanan fundamental makroekonomi Indonesia serta arah kebijakan fiskal ke depan.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah memaparkan kondisi ekonomi terkini sekaligus strategi fiskal yang dijalankan. Langkah ini dilakukan untuk menjawab keraguan investor akibat berbagai “noise” atau isu negatif yang berkembang.
Baca Juga: Minyak Rusia Lebih Murah hingga 50%, Kerjasama Prabowo dan Putin Bisa Membuat Indonesia Cuan
Sejumlah investor global ternama seperti HSBC Global Asset Management, BlackRock, Lazard, Lord Abbett, dan TD Asset Management hadir dalam forum tersebut.
Mereka menunjukkan minat untuk menanamkan modal di Indonesia, meski tetap berhati-hati dan ingin memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Baca Juga: Makkah Route Juanda Hampir Rampung, Layanan Haji 2026 Satu Atap, Tak Perlu Lagi Antre Lama
Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih sangat solid. Isu yang menyebutkan kondisi fiskal bermasalah disebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Selain itu, pemerintah juga menerima masukan penting terkait perlunya peningkatan komunikasi dengan investor, khususnya dari Amerika Serikat, agar persepsi terhadap ekonomi Indonesia semakin positif.
Baca Juga: BI Nilai Konflik Global Justru Menguntungkan Ekonomi Indonesia Lewat Kenaikan Harga Komoditas
Pemerintah juga menyoroti penilaian lembaga pemeringkat internasional yang dinilai terlalu cepat memberikan outlook negatif, bahkan sebelum data ekonomi terbaru sepenuhnya tersedia.
Untuk memperkuat kepercayaan pasar, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sesuai APBN, yakni sekitar 5,5 persen pada kuartal pertama 2026. Jika tren ini berlanjut pada kuartal kedua, minat investasi asing diyakini akan meningkat signifikan.
Baca Juga: Penerima Bansos PKH Bakal Jadi Karyawan Kopdes Merah Putih, Begini Skemanya!
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan kebijakan fiskal tetap berada di jalur yang tepat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Editor : Hany Akasah