RADAR SURABAYA BISNIS - Ketegangan geopolitik yang terjadi di berbagai belahan dunia belakangan ini terus menjadi perhatian, terutama karena dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global.
Konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dan Iran, telah memicu gangguan pada pasokan energi serta mendorong kenaikan harga minyak dunia di sejumlah negara.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di banyak negara, terutama terkait potensi krisis energi dan tekanan terhadap perekonomian.
Namun, di tengah situasi global yang tidak menentu ini, Indonesia justru dinilai memiliki peluang untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
Baca Juga: Rupiah Masih Tertahan di Level Psikologis, Mata Uang Asia Bergerak Variatif
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa dampak dari konflik global tersebut tidak sepenuhnya negatif bagi Indonesia.
Menurutnya, tekanan terhadap harga komoditas global akibat konflik justru berpotensi memberikan keuntungan, khususnya bagi negara-negara yang memiliki komoditas ekspor unggulan seperti Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa lonjakan harga energi, terutama minyak, mendorong banyak negara mulai mencari alternatif untuk mengamankan pasokan energi mereka.
Situasi ini pada akhirnya berdampak pada meningkatnya permintaan terhadap berbagai komoditas lain yang dapat menjadi substitusi maupun sumber energi alternatif.
Baca Juga: KAI Siap Implementasikan B50 Mulai Juli 2026, Langkah Strategis Menuju Net Zero Emission 2060
Indonesia, sebagai salah satu negara penghasil komoditas utama, dinilai berada dalam posisi yang cukup strategis.
Kenaikan harga komoditas global berpotensi mendorong peningkatan nilai ekspor nasional, terutama pada sektor sumber daya alam.
Beberapa komoditas unggulan seperti batu bara, minyak kelapa sawit mentah (CPO), serta emas diperkirakan akan memperoleh dampak positif dari kondisi tersebut.
Peningkatan harga komoditas ini dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jadi sebenarnya impact-nya ini cukup bagus buat Indonesia, karena Indonesia kan juga penghasil batu bara, kita ada CPO (Crude Palm Oil), kita juga punya emas yang bisa kita ekspor,” ungkapnya, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Update Harga Bahan Pokok di Surabaya, Gresik, Sidoarjo: Relatif Stabil
Lebih lanjut, Destry menilai bahwa dinamika global yang terjadi saat ini dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai negara pengekspor komoditas.
Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi domestik agar tetap mampu menghadapi potensi risiko dari gejolak global.
Secara keseluruhan, meskipun konflik global membawa tantangan bagi perekonomian dunia, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk memanfaatkan situasi tersebut melalui penguatan sektor ekspor komoditas unggulan. (iza/han)
Editor : Hany Akasah