Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Stok Menipis, Dirut Bulog Minta Pemerintah Tambah Jatah Distribusi Minyakita

Hany Akasah • Senin, 13 April 2026 | 20:05 WIB
Pekerja menyusun kemasan minyak goreng Minyakita. Bulog ajukan tambah kuota DMO jadi 65% guna atasi kelangkaan stok di Jakarta.
Pekerja menyusun kemasan minyak goreng Minyakita. Bulog ajukan tambah kuota DMO jadi 65% guna atasi kelangkaan stok di Jakarta.

RADAR SURABAYA BISNIS – Stok minyak goreng rakyat, Minyakita, dilaporkan mulai langka di sejumlah pasar tradisional di Jakarta. 

Merespons kondisi tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, secara resmi mengajukan penambahan kuota penyaluran kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026), Rizal mengakui bahwa ketersediaan Minyakita di lapangan memang sedang mengalami penurunan signifikan. Ia menyebut telah melaporkan kondisi ini langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Baca Juga: PHK 8.389 Orang di Awal 2026, Jawa Barat Paling Terdampak, Daerah Ini Malah Hampir Nol PHK

"Kami sudah lapor ke Pak Mentan untuk mengatasi Minyakita yang kosong. Kami mengajukan penambahan kuota ke Kementerian Perdagangan," ujar Rizal.

Saat ini, BUMN Pangan memiliki kewajiban mendistribusikan minimal 35 persen Minyakita melalui produsen. Kuota tersebut terbagi untuk tiga entitas, yakni Bulog (70 persen), ID Food (20 persen), dan Agrinas Palma (10 persen). 

Namun, Rizal menekankan perlunya peningkatan kuota Domestic Market Obligation (DMO) menjadi 65 persen untuk menjamin stabilitas pasokan di pasar sekaligus memenuhi kebutuhan bantuan sosial pangan.

Baca Juga: 10 Ribu Warga Antre Rusunami Surabaya, DPRD Khawatir Disalahgunakan, Ini Indikasinya

"Sesuai arahan Pak Mentan, diperintahkan untuk menambah pengajuan kuota DMO jadi 65%. Harapannya bisa meng-*cover* untuk pasar dan bantuan pangan secara merata," tambahnya.

Kondisi kelangkaan ini dirasakan langsung oleh pedagang di Pasar Tebet dan Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Elan, seorang pedagang sembako, mengaku sudah tiga bulan tidak mendapatkan pasokan Minyakita dari pihak penyuplai (supplier).

Hal senada diungkapkan Varna, pedagang di Pasar Mampang. Ia menyebut terakhir kali menjual Minyakita pada Januari lalu. Kosongnya stok dari distributor memaksa pedagang dan konsumen beralih ke produk lain yang harganya cenderung lebih tinggi.

Baca Juga: Tiket Pesawat Naik Drastis! Jakarta–Bali Kini Rp4 Juta, Wisata Terancam Sepi

Melalui penambahan kuota ini, Bulog berharap dapat segera melakukan intervensi pasar guna menekan harga dan memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap minyak goreng murah berkualitas.

Editor : Hany Akasah
#jakarta #pasar #MinyaKita #stok #bulog