radarsurabayabisnis.id - Lonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel akibat konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran ternyata membawa peluang besar bagi Indonesia.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menilai gejolak harga komoditas global justru memberi dampak positif bagi perekonomian nasional, khususnya dari sisi ekspor.
Baca Juga: Bukan Mobil Mewah, Ini Rahasia Alokasi Uang Orang Kaya yang Jarang Diketahui
Dalam ajang Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Destry menjelaskan bahwa kenaikan harga komoditas unggulan membuka peluang cuan bagi Indonesia sebagai salah satu eksportir utama dunia.
“Impact-nya cukup bagus buat Indonesia. Kita penghasil batu bara, punya CPO, dan emas yang bisa kita ekspor,” ujarnya.
Harga Minyak Naik, Dunia Bergejolak
Kenaikan harga minyak global dipicu oleh ketegangan di kawasan Timur Tengah. Meski produksi minyak Iran hanya menyumbang sekitar 5 persen dari total dunia, peran strategis Selat Hormuz menjadi faktor kunci.
Sekitar 20 persen suplai minyak global melewati jalur tersebut. Gangguan distribusi di wilayah ini membuat harga minyak melonjak tajam, bahkan menyentuh angka 100 dolar AS per barel.
Baca Juga: Rupiah Masih Tertekan di Awal Perdagangan, Sentimen Geopolitik Jadi Pemicu
Kondisi ini diperburuk oleh gagalnya upaya gencatan senjata, yang semakin meningkatkan ketidakpastian pasar global.
Efek Domino: Emas, Batu Bara, hingga CPO Ikut Naik
Tak hanya minyak, sejumlah komoditas lain juga ikut terdongkrak. Emas menguat sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Sementara itu, komoditas energi dan industri seperti batu bara, aluminium, dan crude palm oil (CPO) juga mengalami kenaikan harga signifikan.
Destry menegaskan bahwa situasi ini memberikan keuntungan ganda bagi Indonesia.
“Dampaknya besar, dua sisi. Harga minyak naik, tapi komoditas ekspor utama Indonesia juga ikut meningkat,” jelasnya.
Indonesia Diuntungkan Sebagai Eksportir Energi
Kenaikan harga batu bara turut didorong oleh langkah banyak negara yang mulai mencari sumber energi alternatif untuk mengantisipasi krisis global.
Hal ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok energi utama dunia.
Dengan tren harga komoditas yang terus meningkat, Indonesia berpotensi meraup keuntungan besar di tengah gejolak global meski tetap harus waspada terhadap tekanan terhadap nilai tukar dan stabilitas ekonomi.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya