Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Perkuat Investasi dan Ekonomi, Gresik Jajaki Kerja Sama Sister City dengan Kota Meishan Tiongkok

Hany Akasah • Senin, 13 April 2026 | 15:49 WIB
KOLABORASI STRATEGIS : Pemerintah Kabupaten Gresik resmi menjajaki kerja sama Sister City dengan Kota Meishan untuk memperkuat sektor ekonomi, investasi, dan pariwisata. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)
KOLABORASI STRATEGIS : Pemerintah Kabupaten Gresik resmi menjajaki kerja sama Sister City dengan Kota Meishan untuk memperkuat sektor ekonomi, investasi, dan pariwisata. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)

 

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah Kabupaten Gresik secara resmi mulai menjajaki kerja sama sister city dengan Kota Meishan, Tiongkok. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral di sektor ekonomi, investasi, hingga pariwisata antar kedua daerah.

Rencana besar ini mengemuka dalam pertemuan formal antara delegasi Kota Meishan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Meishan, Wang Binbao, dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Ahmad Washil Miftahul Rachman.

Pertemuan penting tersebut digelar di ruang VIP PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), yang merupakan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Dalam dialog tersebut, kedua belah pihak menunjukkan kesepahaman untuk membangun komitmen yang lebih konkret melalui skema sister city, terutama pada penguatan sektor industri dan penanaman modal asing.

Baca Juga: Dompet Warga RI Terkuras Rp175 Triliun untuk Berobat, OJK Perkuat Sinergi dengan Kemenkes Benahi Asuransi Komersial

Sekda Gresik, Ahmad Washil, memaparkan secara komprehensif berbagai potensi unggulan yang dimiliki Gresik, mulai dari sektor minyak dan gas bumi (migas), perikanan, pariwisata, hingga industri manufaktur yang telah mapan. Ia menekankan bahwa posisi Gresik sangat strategis sebagai mitra internasional.

“Kami memiliki kawasan industri yang memungkinkan pengembangan industri dari hulu hingga hilir dengan dukungan sumber daya energi yang besar. Namun, kami membutuhkan teknologi dan investasi untuk mengoptimalkan potensi tersebut,” ujarnya.

Ahmad Washil juga menggarisbawahi keunggulan infrastruktur Gresik yang terintegrasi dengan pasar, serta keberadaan industri hilir yang kuat seperti PT Freeport yang memproduksi katoda tembaga, perak, dan emas di kawasan JIIPE.

Baca Juga: Jadi Rebutan Pasar Global, Komoditas Unggulan RI Ini Ampuh Redakan Asam Urat

Selain itu, kekuatan sektor migas yang didukung perusahaan besar seperti Pertamina, PGN Saka, dan Petronas menjadi daya tarik utama bagi investor global. 

“Kami membuka peluang kerja sama dalam peningkatan teknologi hingga pengembangan industri hilir. Potensi Gresik sangat besar dan bisa menjadi motor penggerak ekonomi, baik di Jawa Timur maupun nasional,” tambahnya.

Merespons paparan tersebut, Wali Kota Meishan, Wang Binbao, memberikan tanggapan positif terhadap peluang kolaborasi yang ditawarkan. Ia melihat adanya kesamaan visi dan potensi besar yang bisa dikembangkan bersama para investor dari Tiongkok. 

“Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membuka jalan bagi kerja sama yang lebih konkret, baik di bidang industri, migas, infrastruktur, pendidikan, maupun pariwisata,” ungkap Wang Binbao.

Baca Juga: KPK Serahkan Aset Rampasan Rp 3,88 Miliar ke Kementerian PU untuk Proyek Jalan Tol

Sebagai bagian dari kunjungan ini, delegasi Kota Meishan dijadwalkan meninjau langsung fasilitas di KEK Gresik JIIPE guna memetakan peluang investasi secara mendalam. 

Wang Binbao juga menyuarakan dukungannya terhadap kebijakan bebas visa antarnegara untuk mempermudah mobilitas kerja sama. Ia pun turut mempromosikan kemajuan pariwisata Kota Meishan sebagai referensi kolaborasi di masa depan. 

“Jika potensi ini dimanfaatkan secara optimal, Gresik bisa menjadi contoh sukses kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok,” ujarnya optimistis. (han)

Editor : Hany Akasah
#ekonomi #gresik #jiipe #china #investasi