RADAR SURABAYA BISNIS - Pergerakan harga bahan pokok atau sembako di wilayah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo kembali menunjukkan dinamika.
Pada update terbaru, komoditas daging tercatat mengalami penurunan harga, sementara bahan pokok lainnya bergerak bervariasi.
Penurunan harga daging menjadi perhatian karena komoditas ini merupakan salah satu penyumbang pengeluaran terbesar dalam kebutuhan rumah tangga.
Di sisi lain, harga beberapa bahan pangan lain seperti cabai masih tergolong tinggi.
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok di Awal Pekan, Buyback Ikut Terkoreksi
Berikut rincian harga sembako terbaru:
Beras premium = Rp 14.919 /kg
Beras medium = Rp 12.824 /kg
Gula kristal putih = Rp 17.293 /kg
Minyak goreng curah = Rp 19.750 /kg
Minyak goreng kemasan premium = Rp 21.212 /liter
Minyak goreng kemasan sederhana = Rp 18.021 /liter
Minyak goreng Minyakita = Rp 16.273 /liter
Daging sapi paha belakang = Rp 123.180 /kg
Daging ayam ras = Rp 35.448 /kg
Daging ayam kampung = Rp 69.196 /kg
Telur ayam ras = Rp 27.292 /kg
Telur ayam kampung = Rp 45.509 /kg
Susu kental manis Bendera = Rp 12.640 /370 gr
Susu kental manis Indomilk = Rp 12.533 /370 gr
Susu bubuk Bendera = Rp 41.404 /400 gr
Susu bubuk Indomilk = Rp 40.955 /400 gr
Garam bata = Rp 2.204 /buah
Garam halus = Rp 9.360 /kg
Cabai merah keriting = Rp 34.304 /kg
Cabai merah besar = Rp 34.650 /kg
Cabai rawit merah = Rp 61.200 /kg
Bawang merah = Rp 36.297 /kg
Bawang putih = Rp 30.247 /kg
Gas elpiji = Rp 20.423 /tabung
Baca Juga: Ini 7 Komoditas Pangan Indonesia yang Tak Lagi Impor di 2026, Stok Beras Melimpah!
Penurunan harga terlihat pada daging sapi maupun daging ayam, meskipun masih berada di kisaran harga yang cukup tinggi.
Sementara itu, komoditas cabai, khususnya cabai rawit merah, masih menjadi salah satu bahan dengan harga tertinggi di pasar.
Fluktuasi harga sembako ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti biaya produksi, distribusi, kebijakan pemerintah, serta kondisi cuaca yang berdampak pada hasil panen dan pasokan di pasar.
Perbedaan harga antar pasar juga masih mungkin terjadi tergantung pada ketersediaan stok dan jalur distribusi di masing-masing wilayah.
Baca Juga: Kalahkan Bangkok, Jakarta Kini Jadi Kota Paling Aman Peringkat 2 di Asia Tenggara
Hal ini membuat harga di lapangan bisa sedikit berbeda dari data yang ada.
Dengan kondisi harga yang terus berubah, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan memantau perkembangan harga sembako. Sementara itu, pengawasan dan kebijakan yang tepat diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (iza/han)