Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ini 7 Komoditas Pangan Indonesia yang Tak Lagi Impor di 2026, Stok Beras Melimpah!

Hany Akasah • Senin, 13 April 2026 | 08:23 WIB
Beras sebagai salah satu swasembada pangan nasional tahun 2026.
Beras sebagai salah satu swasembada pangan nasional tahun 2026.

RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketahanan pangan Indonesia dalam kondisi kokoh sepanjang tahun 2026. 

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional, mayoritas kebutuhan konsumsi masyarakat kini mampu dipenuhi sepenuhnya oleh produksi dalam negeri tanpa bergantung pada keran impor.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengungkapkan bahwa dari 10 jenis pangan pokok strategis, hanya tiga komoditas yang masih memerlukan impor dalam jumlah kecil, salah satunya adalah kedelai. 

Baca Juga: Kalahkan Bangkok, Jakarta Kini Jadi Kota Paling Aman Peringkat 2 di Asia Tenggara

Berikut adalah daftar 7 komoditas pangan pokok strategis yang diproyeksikan tidak lagi melakukan impor untuk kebutuhan konsumsi pada tahun 2026:

1. Beras

2. Jagung (khususnya jagung pakan)

3. Cabai

4. Bawang Merah

5. Daging Ayam Ras

6. Telur Ayam Ras

7. Gula

Ketujuh komoditas tersebut saat ini mampu dipenuhi melalui produksi dalam negeri dan penyerapan gabah/hasil panen dari petani lokal Indonesia.

Baca Juga: Menko Pangan Dorong Hilirisasi Susu di Pujon, Targetkan Suplai Mandiri ke SPPG

"Kita hanya mengimpor dua atau tiga yang dominan seperti kedelai. Sementara untuk beras, jagung, hingga daging ayam, kita sudah sangat kuat dari produksi lokal," ujar Ketut dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Swasembada Beras dan Jagung Pakan

Sektor perberasan menunjukkan angka yang impresif. Dengan total proyeksi produksi mencapai 34,7 juta ton setahun dan ditambah carry over stock awal tahun sebesar 12,4 juta ton, stok beras nasional di akhir 2026 diestimasi mencapai 16 juta ton. 

Angka ini jauh melampaui kebutuhan konsumsi nasional yang berada di angka 31,1 juta ton.

Baca Juga: Industri Tertekan Geopolitik Global, Ini Cara Pemerintah Bendung Dampak Kenaikan Harga Plastik

Ketut menegaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari kebijakan pemerintah yang berpihak pada petani. Melalui Perum Bulog, penyerapan gabah hasil panen petani lokal dilakukan secara masif. Saat ini, cadangan beras di Bulog telah mencapai lebih dari 4 juta ton dan ditargetkan akan terus bertambah.

Selain beras, Indonesia juga tercatat telah menghentikan impor jagung pakan sejak tahun 2025. 

"Jagung pakan kita sudah swasembada. Begitu juga dengan cabai, bawang merah, dan daging ayam yang terus kita perkuat," tambahnya.

Baca Selengkapnya:  Menkeu Purbaya Beri Ultimatum, Produsen Rokok Ilegal Wajib Jadi Legal Paling Lambat Mei 2026

Akselerasi Produksi Dalam Negeri

Meski beberapa komoditas telah mandiri, pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus melakukan akselerasi untuk bahan pokok yang belum sepenuhnya berdikari, seperti bawang putih dan susu.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat kedaulatan pangan Indonesia di masa depan, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen serta kesejahteraan bagi para petani lokal.

Baca Juga: Waspada Pencurian Kuota, Pertamina Minta Konsumen Segera Reset Barcode BBM Subsidi

Editor : Hany Akasah
#pangan #beras #stok #Bapennas #impor