radarsurabayabisnis.id - Mahasiswa tidak lagi hanya belajar teori di dalam kelas. Di Universitas Kristen Petra Surabaya, mahasiswa justru ditantang terjun langsung mengelola bisnis nyata melalui tugas akhir yang unik dan berbeda.
Mengusung tema Wonderland, sebanyak 41 mahasiswa menjalankan tiga lini bisnis sekaligus dalam satu manajemen terpadu. Ketiga bisnis tersebut meliputi layanan laundry profesional, kafe estetik dengan aneka kue kering dan minuman buatan tangan, serta restoran bernuansa negeri dongeng.
Baca Juga: Daftar 7 Kampus Terbaik di Jawa Timur 2026 Versi UniRank, Berikut Tips Memilih Kampus
Konsep ini membuat mahasiswa UK Petra Surabaya bisa merasakan langsung bagaimana menjalankan bisnis dari nol, mulai dari operasional, pelayanan, pemasaran, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
General Manager Curiosa Group, Catherine Angelina Mulyo, menjelaskan bahwa tema Wonderland bukan hanya digunakan sebagai dekorasi, melainkan menjadi identitas utama dalam pelayanan.
“Pengunjung diajak masuk ke dunia penuh keajaiban melalui dekorasi dan pengalaman pelayanan. Mulai dari resepsionis hingga suasana di dalam ruangan, semuanya dirancang seperti negeri dongeng,” ujar Catherine, Kamis (10/4/2026).
Tugas Akhir Mahasiswa UK Petra Kini Berubah Jadi Bisnis Nyata
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, proyek bisnis mahasiswa UK Petra kali ini tidak lagi sekadar menjadi bagian dari mata kuliah. Pada 2026, program tersebut resmi dijadikan tugas akhir mahasiswa.
Baca Juga: Tren Busana Muslim 2026 Bertema Taj Mahal, Terinspirasi Persembahan Cinta Abadi
Mahasiswa mendapat kebebasan lebih besar untuk mengelola bisnis yang mereka bangun. Dosen pembimbing hanya berperan sebagai konsultan dan tidak ikut campur dalam operasional harian.
Catherine mengatakan, perubahan sistem ini membuat mahasiswa benar-benar belajar menghadapi tantangan dunia kerja dan bisnis.
“Seluruh pembagian kompetensi dilakukan secara utuh. Kami mengelola sendiri operasional, mengambil keputusan, hingga menyelesaikan masalah yang muncul setiap hari,” katanya.
Sistem manajemen yang diterapkan juga cukup unik. Posisi General Manager dipilih melalui pemungutan suara. Setelah itu, GM menentukan manajer dan staf untuk mengisi seluruh divisi yang dibutuhkan.
Cara ini membuat mahasiswa belajar tentang kepemimpinan, kerja tim, dan pengambilan keputusan layaknya di perusahaan profesional.
Restoran Wonderland Punya Menu Andalan Queen Feast
Salah satu hal yang paling menarik perhatian dalam proyek bisnis mahasiswa UK Petra adalah menu andalan bernama Queen Feast.
Menu ini berupa roti lapis berisi daging sapi suwir yang dimasak selama delapan jam. Teknik low and slow dipilih agar tekstur daging menjadi sangat lembut dan mudah disuwir hanya dengan garpu.
Queen Feast menjadi salah satu menu favorit yang diprediksi mampu menarik perhatian pengunjung, terutama anak muda yang gemar berburu kuliner unik di Surabaya.
Selain restoran, kafe estetik bertema Wonderland juga menawarkan berbagai pilihan minuman buatan tangan dan kue kering. Sementara unit laundry profesional menjadi sarana mahasiswa belajar mengelola layanan jasa secara langsung.
Dosen Nilai Mahasiswa Lebih Dewasa dan Siap Terjun ke Dunia Kerja
Koordinator Program Studi Manajemen Perhotelan UK Petra, Yoel Wibowo, menilai proyek tahun ini jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.
Mahasiswa tidak hanya dinilai dari hasil operasional sehari-hari, tetapi juga harus mempertanggungjawabkan bisnis yang dijalankan melalui seminar proposal hingga sidang akhir.
Menurut Yoel, mahasiswa mengalami perkembangan yang signifikan karena dituntut berpikir kritis dan memperbaiki sistem bisnis secara nyata.
“Mereka belajar menyusun dan memperbaiki SOP, mengevaluasi daftar pekerjaan, hingga meningkatkan efisiensi operasional. Proses pendewasaannya terlihat sangat luar biasa,” ungkap Yoel.
Dengan konsep Wonderland dan pengelolaan bisnis nyata, tugas akhir mahasiswa UK Petra Surabaya ini dinilai menjadi salah satu yang paling unik dan inovatif. Tidak hanya melatih keterampilan akademik, program ini juga membuat mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja dan industri bisnis setelah lulus.
Editor : Hany Akasah