Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pabrik Melamin Pertama RI Dibangun di KEK Gresik, Investasi Tembus Rp10,2 Triliun

Hany Akasah • Jumat, 10 April 2026 | 16:10 WIB
Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

RADAR SURABAYA BISNIS – Indonesia resmi memulai langkah besar dalam memperkuat hilirisasi industri kimia nasional. Proyek pembangunan pabrik melamin pertama dan terbesar di tanah air resmi dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, dengan nilai investasi fantastis mencapai US$600 juta atau setara Rp10,2 triliun.

Pabrik yang dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 120.000 ton per tahun (TPA). 

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menekan ketergantungan impor dan memperkuat daya saing industri manufaktur dalam negeri.

Baca Juga: Kemenkeu Incar Cuan Tambahan dari Lonjakan Harga Batu Bara dan Nikel, Ini Skemanya

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa proyek ini merupakan pilar penting bagi pengembangan kawasan industri di Jawa Timur.

"Hal ini mencerminkan komitmen kuat kita dalam mempercepat hilirisasi industri dan menciptakan industri bernilai tambah tinggi di dalam negeri," ujar Airlangga dalam keterangan tertulisnya.

Fasilitas ini nantinya akan beroperasi secara terintegrasi. Proses produksi dimulai dari pengolahan gas alam menjadi amonia, yang kemudian diproses menjadi urea hingga akhirnya menghasilkan melamin sebagai produk akhir bernilai tinggi.

Baca Juga: Kenaikan Harga Plastik Mulai Memukul Pelaku UMKM di Surabaya, Dilema Menaikkan Harga Produk

Konstruksi utama proyek ini difokuskan pada unit produksi harian dengan kapasitas 800 ton amonia, 1.500 ton urea, dan 200 ton melamin per hari. Jika berjalan sesuai rencana, pabrik ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada kuartal II/2027.

Keberadaan KEK Gresik terbukti memberikan dampak signifikan bagi ekonomi lokal. Berdasarkan data regional, sektor manufaktur memberikan kontribusi sebesar 31,32% terhadap perekonomian Jawa Timur. 

Di tingkat kabupaten, perkembangan kawasan industri ini telah berhasil menurunkan tingkat pengangguran di Gresik secara drastis, dari 8% menjadi 5,47% dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Baca Juga: PT Smelting Buka Lowongan Smelter Engineer, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Hingga tahun 2025, KEK Gresik sendiri telah membukukan investasi kumulatif sebesar Rp105,4 triliun atau menyumbang sekitar 31% dari total investasi KEK nasional, dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 46.000 orang.

Editor : Hany Akasah
#airlangga hartarto #hilirisasi #KEK Gresik #investasi #pabrik