Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kenaikan Harga Plastik Mulai Memukul Pelaku UMKM di Surabaya, Dilema Menaikkan Harga Produk

Dimas Mahendra • Jumat, 10 April 2026 | 15:55 WIB
NAIK: Lonjakan harga plastik menjadi tantangan baru bagi UMKM Surabaya pada 2026.
NAIK: Lonjakan harga plastik menjadi tantangan baru bagi UMKM Surabaya pada 2026.

radarsurabayabisnis.id - Kenaikan harga plastik di Surabaya mulai memukul pelaku UMKM. Biaya kemasan melonjak lebih dari 50 persen, membuat harga roti, makanan, dan produk rumahan ikut naik.

Kenaikan harga plastik di Surabaya kini menjadi ancaman baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Harga plastik kemasan yang sebelumnya berada di kisaran Rp13 ribu per pack kini melonjak menjadi Rp20 ribu. Lonjakan lebih dari 50 persen itu memaksa pelaku usaha menaikkan harga jual produk.

Baca Juga: Harga Plastik Naik hingga 2 Kali Lipat, Tapi Menperin Pastikan Pasokan Nasional Masih Aman

Salah satu pelaku UMKM di Surabaya, Alfiyatur, mengaku kenaikan harga plastik langsung memukul biaya produksi usahanya. Owner Kitaji Bakery itu menyebut lonjakan terjadi mendadak dan membuat pelaku usaha tidak punya banyak pilihan selain menyesuaikan harga.

“Awalnya harga plastik sekitar Rp13 ribu, sekarang naik jadi Rp20 ribu per pack. Kenaikannya lebih dari 50 persen,” ujarnya, Kamis (10/4/2026).

Akibat kenaikan harga plastik tersebut, Kitaji Bakery akhirnya menaikkan harga roti sebesar Rp1.000 per produk. Namun keputusan itu tidak mudah karena banyak pelanggan mempertanyakan alasan kenaikan.

Baca Juga: Harga Bahan Baku Plastik Melonjak 60 Persen, UMKM Surabaya Didorong Inovasi Kemasan

“Kami akhirnya menaikkan harga roti sekitar Rp1.000. Tapi itu pun dilematis, karena pembeli pasti bertanya kenapa naik,” ungkapnya.

Menurut Alfiyatur, pelanggan bahkan mempermasalahkan nominal kenaikan yang dianggap terlalu besar.

“Ada yang tanya kenapa naik Rp1.000, kenapa tidak Rp500 saja. Jadi memang serba sulit,” tambahnya.

Harga Plastik Naik, Bahan Baku Lain Juga Ikut Membebani

Tak hanya harga plastik kemasan, pelaku UMKM di Surabaya juga harus menghadapi kenaikan bahan baku lain seperti minyak goreng. Kondisi itu membuat keuntungan usaha semakin menipis.

Pelaku UMKM kini harus menghadapi dua pilihan sulit: menaikkan harga jual dan berisiko kehilangan pelanggan, atau tetap menjual dengan harga lama tetapi margin keuntungan terus tergerus.

“Kalau dibilang berat, ya jelas sangat berdampak bagi kami pelaku usaha kecil,” tegas Alfiyatur.

Kenaikan harga plastik juga diprediksi akan berdampak pada harga berbagai produk UMKM lain di Surabaya, mulai dari roti, makanan ringan, minuman, hingga produk frozen food yang selama ini bergantung pada kemasan plastik.

Pemkot Surabaya Siapkan Solusi, UMKM Didorong Pakai Kemasan Nonplastik

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Surabaya, Mia Santi Dewi, membenarkan bahwa kenaikan harga plastik saat ini cukup tinggi dan dipengaruhi faktor global.

Baca Juga: Harga Plastik Melejit Imbas Konflik Timur Tengah, RI Mulai Bidik Pemasok dari Amerika dan India

Menurut Mia, Pemkot Surabaya telah melakukan monitoring harga dan ketersediaan bahan kemasan di pasar. Selain itu, pemerintah juga mulai memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar mampu bertahan di tengah lonjakan biaya produksi.

“Kami rutin melakukan monitoring harga dan ketersediaan barang, sekaligus memberikan pendampingan kepada UMKM agar bisa beradaptasi dengan kondisi ini,” ujarnya.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah mendorong UMKM beralih ke kemasan nonplastik yang lebih murah dan ramah lingkungan.

“Kami mendorong UMKM untuk mulai menggunakan alternatif kemasan agar biaya produksi bisa ditekan,” kata Mia.

Selain mengganti kemasan, pelaku usaha juga diarahkan untuk mengubah pola penjualan. Salah satunya dengan mengurangi kemasan kecil dan menjual produk dalam ukuran lebih besar agar penggunaan plastik lebih hemat.

Pemkot Surabaya juga mulai berkoordinasi dengan distributor agar rantai pasok bahan kemasan lebih pendek. Harapannya, harga plastik di tingkat UMKM bisa lebih murah dan stabil.

Ancaman Baru bagi UMKM Surabaya

Lonjakan harga plastik menjadi tantangan baru bagi UMKM Surabaya pada 2026. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya harga produk yang naik, tetapi daya beli masyarakat juga berpotensi turun.

Pemkot Surabaya memastikan akan terus melakukan langkah antisipasi agar UMKM tetap bertahan dan produksi tidak terganggu.

“Kami ingin UMKM tetap berjalan, produksi tidak terganggu, dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkas Mia.

Editor : Hany Akasah
#harga plastik #kemasan #UMKM surabaya #umkm #plastik