Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Investasi US$600 Juta, Pabrik Melamin di JIIPE Perkuat Industri Kimia Berkelanjutan

Hany Akasah • Kamis, 9 April 2026 | 19:30 WIB
Pembangunan pabrik melamin di kawasan JIIPE Gresik dengan nilai investasi US$600 juta diproyeksikan memperkuat industri kimia nasional dan mendorong efisiensi energi
Pembangunan pabrik melamin di kawasan JIIPE Gresik dengan nilai investasi US$600 juta diproyeksikan memperkuat industri kimia nasional dan mendorong efisiensi energi

RADAR SURABAYA BISNIS - Pembangunan fasilitas produksi melamin dengan nilai investasi mencapai US$600 juta di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) dinilai akan memberikan dampak signifikan terhadap penguatan industri kimia nasional, sekaligus mendorong pengembangan industri yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.

Proyek yang digarap oleh Golden Elephant ini termasuk dalam kategori pabrik melamin berskala besar di dunia.

Fasilitas tersebut dirancang dengan sistem terintegrasi dari hulu ke hilir, mencakup proses pengolahan gas alam menjadi amonia, urea, hingga produk akhir berupa melamin.

Baca Juga: Sasar Ekonomi Digital, BPS Jatim Siapkan Sensus Ekonomi 2026 di 17 Sektor Utama

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pembangunan pabrik ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

“Pengembangan industri melamin di Gresik merupakan langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi nasional. Kami mengapresiasi peran KEK Gresik dalam menyediakan ekosistem industri terintegrasi yang mampu menarik investasi berskala besar dan berkualitas tinggi,” ujar Airlangga.

Inisiatif ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri berbasis sumber daya alam serta mendorong transisi menuju sektor industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Chairman Golden Elephant, Lei Lin, menjelaskan bahwa proyek tersebut mengusung konsep ekonomi sirkular dalam industri kimia dengan dukungan teknologi mutakhir.

Baca Juga: Bahas Ancaman Krisis Pangan, Energi dan Air, Ini Solusi dari Prabowo

“Kami melihat JIIPE sebagai kawasan strategis untuk menghadirkan rantai industri kimia terintegrasi berbasis ekonomi sirkular di Indonesia. Proyek ini tidak hanya memperkuat pasokan industri dalam negeri, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan kerja sama industri lintas negara,” jelas Lei Lin.

Menurutnya, teknologi yang diterapkan memungkinkan efisiensi energi hingga 30 persen lebih rendah dibandingkan standar global.

Selain itu, pemanfaatan produk samping melalui proses daur ulang turut dioptimalkan guna mendukung industri kimia rendah karbon.

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera, Bambang Soetiono, menekankan bahwa kekuatan utama JIIPE terletak pada integrasi kawasan industri yang mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan.

“JIIPE dirancang untuk mendukung rantai nilai industri secara end-to-end, mulai dari ketersediaan bahan baku, infrastruktur, hingga konektivitas logistik. Hal ini memungkinkan efisiensi yang lebih tinggi sekaligus memperkuat daya saing industri secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menilai proyek ini sebagai langkah penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara serta meningkatkan ketahanan industri kimia.

Baca Juga: Harga Kedelai Impor Melonjak, Produsen Tahu-Tempe Kian Tertekan

“Pengembangan rantai industri melamin di JIIPE akan memperkuat pasokan produk kimia strategis, mendukung industrialisasi Indonesia, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional,” ujar Wang Lutong.

Dengan dukungan fasilitas terintegrasi seperti pelabuhan laut dalam serta status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, JIIPE dinilai memiliki keunggulan strategis dalam mendorong pengembangan industri berbasis efisiensi energi, peningkatan nilai tambah, dan keberlanjutan.

Selain itu, proyek ini diperkirakan mampu membuka lebih dari 1.000 lapangan kerja baru serta memperkuat ekosistem industri dari hulu hingga hilir, termasuk sektor pertanian, manufaktur, dan logistik. (han)

Editor : Hany Akasah
#kimia #industri #hilirisasi #jiipe #investasi