Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Sasar Ekonomi Digital, BPS Jatim Siapkan Sensus Ekonomi 2026 di 17 Sektor Utama

Hany Akasah • Kamis, 9 April 2026 | 15:45 WIB
Persiapan Sensus Ekonomi 2026 akan menyasar 17 sektor ekonomi dan bisnis digital di Jawa Timur.
Persiapan Sensus Ekonomi 2026 akan menyasar 17 sektor ekonomi dan bisnis digital di Jawa Timur.

RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur bersiap menggelar Sensus Ekonomi 2026 dengan cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan periode sebelumnya. 

Tak hanya menyasar sektor konvensional, sensus tahun ini akan memberikan perhatian khusus pada pemetaan ekonomi digital yang tengah berkembang pesat di wilayah Jawa Timur.

Plt. Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, mengungkapkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan momentum krusial untuk memotret kondisi ekonomi daerah secara utuh.

Baca Juga: Bahas Ancaman Krisis Pangan, Energi dan Air, Ini Solusi dari Prabowo

Jika sebelumnya sensus memiliki batasan tertentu, tahun ini seluruh 17 sektor yang terangkum dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) akan didata secara menyeluruh.

"Tahun 2026 ini seluruh sektor akan didata. Ada 17 sektor dalam PDRB, semuanya akan terlihat potensi, struktur, hingga daya saing wilayahnya," ujar Herum Fajarwati di Surabaya, Selasa (7/4/2026).

Jawa Timur memiliki karakteristik ekonomi yang unik dengan kekuatan yang seimbang antara sektor pertanian dan non-pertanian. Tantangan utama dalam sensus kali ini adalah melacak unit usaha digital yang seringkali tidak memiliki lokasi fisik tetap.

Baca Juga: Harga Kedelai Impor Melonjak, Produsen Tahu-Tempe Kian Tertekan

Untuk mengatasi hal tersebut, BPS Jatim telah menyiapkan strategi khusus, termasuk memanfaatkan data dari startup digital yang bekerja sama dengan BPS serta melakukan pemetaan awal terhadap unit usaha di daerah.

Pelaksanaan sensus yang dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026 ini akan menggunakan metode hibrida, yakni kombinasi antara pendataan lapangan (door-to-door) dan platform digital.

Petugas akan dibekali perangkat berbasis teknologi informasi untuk mempercepat proses pengumpulan data tanpa perlu tahapan entri manual yang memakan waktu.

Baca Juga: Target 30 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi Agustus 2026, Kini Terintegrasi Klinik dan Apotek

Selain itu, pelaku usaha di bawah naungan asosiasi, Kadin, hingga pengelola pusat perbelanjaan dapat mengisi kuesioner secara daring melalui email maupun Zoom.

"Dengan metode ini, hasil sensus diharapkan bisa lebih cepat disajikan dan akurat guna membantu pemerintah merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran," pungkas Herum.

Baca Juga: Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Resmi Dimulai, Targetkan 70 Ribu Peserta Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja

Editor : Hany Akasah
#sensus #digital #ekonomi #bps #jatim