RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menargetkan sebanyak 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan (KopdesKel) Merah Putih akan resmi beroperasi pada Agustus 2026 mendatang.
Menariknya, koperasi ini tidak hanya menjadi pusat ekonomi warga, tetapi juga akan dilengkapi dengan fasilitas kesehatan berupa klinik dan apotek desa.
Langkah strategis ini diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koperasi dan BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp 1,7 Triliun untuk Peremajaan Tebu, Target Swasembada Gula 2027
Sinergi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga ke pelosok desa melalui ekosistem koperasi.
Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop), Ahmad Zabadi, menjelaskan bahwa potensi cakupan program ini sangat masif. Mengingat terdapat lebih dari 83.000 desa dan kelurahan di Indonesia, keberadaan koperasi dengan rata-rata 1.000 anggota per unit dapat menjangkau lebih dari 80 juta penduduk.
"Gerai apotek dan klinik akan menjadi bagian penting. Kami ingin memastikan masyarakat desa mendapatkan akses obat-obatan dan layanan kesehatan melalui apotek Koperasi Desa Kelurahan Anggota Putih," ujar Zabadi dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga: Rupiah Tertekan di Level Psikologis, Ketidakpastian Global dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menekankan bahwa kolaborasi ini adalah upaya menjaga keberlangsungan program JKN.
Dengan cakupan kepesertaan JKN yang sudah mencapai 98% dari total penduduk, integrasi ke dalam ekosistem koperasi diharapkan dapat mencegah masyarakat jatuh miskin akibat beban biaya pengobatan.
"Hari ini kita melakukan penandatanganan MoU untuk memastikan program JKN bisa sampai ke desa, masuk ke ekosistem Koperasi Merah Putih, kemudian ke ekosistem MBG (Makan Bergizi Gratis) dan SPPG ke daerah-daerah," tambah Prihati.
Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Surabaya, Gresik, Sidoarjo Hari Ini, Cek Rinciannya
Transformasi ini menandai babak baru bagi koperasi di Indonesia, di mana lembaga ini tidak lagi hanya bergerak di sektor ekonomi konvensional, tetapi juga menjadi pilar akses medis bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
Editor : Hany Akasah