Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemerintah Siapkan Rp 1,7 Triliun untuk Peremajaan Tebu, Target Swasembada Gula 2027

Hany Akasah • Kamis, 9 April 2026 | 11:02 WIB
ILUSTRASI: Tebu yang menjadi fokus pemerintah dalam program peremajaan lahan guna meningkatkan produksi gula nasional
ILUSTRASI: Tebu yang menjadi fokus pemerintah dalam program peremajaan lahan guna meningkatkan produksi gula nasional

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pangan nasional melalui berbagai strategi, salah satunya dengan memperkuat subsektor perkebunan tebu.

Upaya ini dinilai penting mengingat kebutuhan gula dalam negeri yang masih belum sepenuhnya terpenuhi oleh produksi nasional.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp  1,7 triliun untuk mendukung program peremajaan lahan tebu atau yang dikenal dengan istilah bongkar ratoon.

Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas tebu serta memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas gula yang masih mengalami defisit antara kebutuhan dan produksi.

Baca Juga: Rupiah Tertekan di Level Psikologis, Ketidakpastian Global dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Upaya peremajaan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan target luasan sekitar 10.000 hektare setiap tahun.

Program ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas tanaman tebu yang selama ini mengalami penurunan produktivitas akibat penggunaan tanaman lama secara berulang.

"Kita bantu bongkar ratoon, dan itu subsidi pemerintah. Ratoon 100.000 hektare per tahun, insya Allah 3 tahun selesai," ujar Amran.

Menurut Amran, sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Surabaya, Gresik, Sidoarjo Hari Ini, Cek Rinciannya

Oleh karena itu, penguatan subsektor tebu menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kemandirian pangan.

Ia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan gula nasional saat ini mencapai sekitar 6,7 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 2,67 juta ton.

Selisih yang cukup besar ini menunjukkan perlunya langkah percepatan dalam meningkatkan produksi secara signifikan.

Amran menjelaskan bahwa secara ideal, peremajaan lahan tebu seharusnya dilakukan minimal 25 persen setiap tahun agar produktivitas tetap terjaga. 

Namun, kondisi saat ini menunjukkan bahwa realisasi peremajaan masih berada di kisaran 10 persen, sehingga perlu didorong lebih cepat melalui dukungan anggaran dan kebijakan yang tepat.

Baca Juga: Tren Berbalik, Harga Emas Antam Merosot di Awal Perdagangan

Program peremajaan ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan badan usaha milik negara seperti PT Perkebunan Nusantara.

Sinergi ini diharapkan dapat memastikan implementasi program berjalan optimal di lapangan.

Dengan adanya langkah-langkah tersebut, pemerintah optimistis target swasembada gula konsumsi dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.

Amran bahkan menyebutkan bahwa Indonesia berpotensi mencapai swasembada gula pada tahun 2027 apabila program ini dijalankan secara konsisten.

Baca Juga: Revisi UU Perfilman, Kemenko PMK Dorong Kolaborasi Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif

Ke depan, peningkatan produksi gula tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, tetapi juga untuk memperkuat pasokan bagi sektor industri yang terus berkembang.

Secara keseluruhan, program peremajaan tebu menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam menutup kesenjangan antara kebutuhan dan produksi gula nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dalam jangka panjang.  (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#pangan #swasembada #gula #tebu #mentan