Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

RI Alihkan Impor Minyak ke Amerika dan Afrika, Tak Gantungkan Lagi Jalur Timur Tengah

Hany Akasah • Rabu, 8 April 2026 | 20:15 WIB
ILUSTRASI: Kapal tanker Indonesia sebagai upaya pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional di tengah tantangan global.
ILUSTRASI: Kapal tanker Indonesia sebagai upaya pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional di tengah tantangan global.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan jaminan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG nasional tetap terjaga meski terjadi ketegangan di jalur distribusi global, khususnya di Selat Hormuz. Langkah mitigasi cepat kini tengah dijalankan untuk mengantisipasi gangguan rantai pasok energi.

Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM, Rizwi Jilanisaf Hisjam, menegaskan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI pada Rabu (8/4/2026), bahwa kondisi ketahanan energi Indonesia saat ini berada dalam level aman.

"Dapat kami tegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG nasional saat ini dalam kondisi aman," ujar Rizwi di hadapan anggota dewan.

Baca Juga: SIL Festival 2026, Cara Pemkot Surabaya Buka Lowongan Kerja dan Bawa UMKM Naik Kelas

Pergeseran Sumber Impor dan Optimalisasi Domestik

Menyikapi kendala di Timur Tengah, pemerintah telah menyiapkan skenario pengalihan sumber impor. Fokus pengadaan minyak mentah kini diarahkan ke wilayah yang lebih stabil secara geopolitik, mulai dari benua Amerika, Afrika, hingga penguatan kerja sama di kawasan ASEAN.

Selain diversifikasi impor, Kementerian ESDM menginstruksikan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) untuk memprioritaskan pasokan minyak mentah dalam negeri untuk kebutuhan domestik daripada ekspor. Hal ini bertujuan agar kilang-kilang di dalam negeri dapat beroperasi maksimal dengan bahan baku lokal.

"Produksi dalam negeri diupayakan untuk seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan baku kilang minyak kita sendiri," tambah Rizwi.

Baca Juga: Nama Lesti Kejora Dicatut Giveaway Palsu, Rizky Billar Sampai Turun Tangan Temui Korban

Prioritas LPG 3 Kg

Dari sisi gas, pemerintah juga melakukan penyesuaian distribusi LPG. Produksi LPG dalam negeri yang sebelumnya dialokasikan untuk sektor industri, kini mulai dialihkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya untuk LPG subsidi 3 kg.

Kementerian ESDM juga mendorong kilang LPG swasta untuk memprioritaskan penawaran produk mereka kepada Pertamina Patra Niaga sebelum dilempar ke pasar lain. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meredam dampak fluktuasi harga dan kelangkaan energi di tingkat konsumen akhir.

Baca Juga: Harga Plastik Naik hingga 2 Kali Lipat, Tapi Menperin Pastikan Pasokan Nasional Masih Aman

Editor : Hany Akasah
#lpg #bbm #minyak #selat hormuz #esdm