Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tergiur Sembako Murah 15 Emak-Emak Tertipu Rp1,5 Miliar, Uang Dipakai Main Judol

M. Mahrus • Selasa, 7 April 2026 | 17:59 WIB
INSERT: Saat ini Erika Agustina dilaporkan telah diamankan oleh Polda Jawa Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
INSERT: Saat ini Erika Agustina dilaporkan telah diamankan oleh Polda Jawa Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

radarsurabayabisnis.id- Sebanyak 15 emak-emak di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan berkedok penjualan sembako murah. Para korban mengalami kerugian fantastis hingga mencapai Rp1,5 miliar.

Pelaku diketahui bernama Erika Agustina, warga Kelurahan Perak, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Ia diduga menawarkan beras, minyak, gula, dan kebutuhan pokok lain dengan harga jauh lebih murah dibanding agen.

Baca Juga: ETF Emas Segera Hadir di Bursa Efek Indonesia, Investor Bisa Beli Emas Tanpa Simpan Fisik

Kasus penipuan sembako murah di Surabaya ini bermula ketika salah satu korban, Meidiana, mengenal Erika dari Instagram. Selain itu, Erika juga merupakan teman kerja adik korban sehingga membuat para korban semakin percaya.

"Saya dikasih info adik saya dan tetangga, kalau pelaku ini jual sembako lebih murah dari agen. Dia jual beras, minyak, gula, memang harganya miring dari agen," ujar Meidiana, Selasa (7/4).

Awalnya, Meidiana mengaku tidak curiga karena dua kali transaksi berjalan lancar. Pesanan sembako dikirim tepat waktu bahkan tanpa ongkos kirim.

Baca Juga: Transaksi Kripto Indonesia Anjlok Rp168 Triliun, Namun Investornya Justru Terus Bertambah

Karena merasa yakin, korban kemudian kembali melakukan pemesanan ketiga menjelang Lebaran 2026. Namun, saat ditanya soal jadwal pengiriman, Erika hanya menjawab bahwa seluruh pesanan akan dikirim setelah Lebaran.

"Saya order lagi yang ketiga yang dijanjikan PO sebelum Lebaran. Setelah mendekati Lebaran, saya chat dia menanyakan dikirim jam berapa orderan saya. Dia jawab pengiriman full setelah Lebaran," katanya.

Kecurigaan mulai muncul setelah Hari Raya berlalu, tetapi pesanan tak kunjung datang. Erika kemudian membuat grup berisi 15 korban dan mengaku bahwa barang yang dijanjikan ternyata tidak ada.

Para korban lalu mendatangi rumah kontrakan Erika di kawasan Tambak Wedi, Surabaya. Di sana mereka baru mengetahui bahwa seluruh korban ternyata mengalami nasib serupa.

Menurut Meidiana, uang para korban diduga digunakan Erika untuk gaya hidup bersama suaminya, termasuk untuk bermain judi online.

"Ternyata EA menipu semua korban. Uang orderan semua korban dibuat gaya hidup dia dan suami yang suka main judol," ungkapnya.

Kerugian yang dialami para korban bervariasi. Meidiana sendiri kehilangan Rp7,8 juta, sedangkan adiknya, Riska, rugi hingga Rp27 juta.

Baca Juga: Pengadaan Motor MBG Disorot, BGN: Untuk Operasional dan Masih Proses Administrasi

Namun ada juga korban lain yang mengalami kerugian jauh lebih besar. Salah satu korban disebut kehilangan Rp170 juta, bahkan ada yang mencapai Rp600 juta.

Jika ditotal, kerugian seluruh korban penipuan sembako murah ini mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Saat ini Erika Agustina dilaporkan telah diamankan oleh Polda Jawa Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Editor : Hany Akasah
#investasi bodong #penipuan #sembako murah #judol