Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Strategi Hilirisasi Beras, Mentan Amran Targetkan Stop Impor 500 Ribu Ton Menir

Hany Akasah • Selasa, 7 April 2026 | 08:36 WIB
ILUSTRASI: Butiran beras putih mengkilap yang bersih di dalam dan di samping karung kain putih.
ILUSTRASI: Butiran beras putih mengkilap yang bersih di dalam dan di samping karung kain putih.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mempercepat program hilirisasi komoditas pangan, khususnya beras, untuk menekan angka impor. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk menghentikan impor beras pecah atau menir yang selama ini mencapai angka 500 ribu ton per tahun.

Langkah strategis yang diambil adalah dengan mengoptimalkan stok beras domestik melalui proses penggilingan yang lebih efisien. Menurut Amran, kebutuhan industri terhadap beras menir sebenarnya dapat dipenuhi dari stok dalam negeri yang saat ini melimpah.

Baca Juga: Ekonomi RI Tancap Gas, Pendapatan Negara Kuartal I 2026 Tembus Rp574,9 Triliun

"Janganlah impor menir. Kita gilingkan (sendiri). Ini beras bagus, ini aku menirkan. Selesai, kan? Yang penting beras ada," ujar Amran saat meninjau Gudang Bulog Panaikang, Makassar.

Amran menambahkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan upaya optimalisasi stok beras nasional yang terus meningkat. Dengan mengolah beras sendiri, pemerintah dapat menekan beban penyimpanan di gudang sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri. 

Saat ini, pemerintah tercatat telah menyewa gudang dengan kapasitas mencapai 2 juta ton untuk memastikan keamanan cadangan pangan.

Baca Juga: Biaya Selangit! Menteri LH Hanif Ungkap Alasan Teknis Mahalnya Pengolahan Sampah Laut

Senada dengan Kementan, Perum Bulog juga tengah mengembangkan ekosistem hilirisasi dengan mengadopsi teknologi pengolahan dari Jepang. 

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa beras yang mengalami penurunan mutu (turun mutu) tidak akan lagi langsung dialihkan menjadi pakan ternak.

"Seperti kalau di Jepang, kami akan kembangkan hilirisasi beras. Beras yang mengalami penurunan mutu akan diolah kembali menjadi tepung beras," ungkap Rizal dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI.

Baca Juga: Beda dengan Rusunawa, Harga Rusunami Gen Z di Surabaya Rp100 Jutaan, Kenapa Bisa Murah?

Langkah ini diprediksi mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor tepung terigu. Berdasarkan data, volume beras turun mutu di Indonesia relatif kecil, yakni sekitar 65 ribu ton atau hanya 0,15 persen dari total produksi nasional yang mencapai lebih dari 44 juta ton. 

Namun, dengan pengolahan yang tepat, stok tersebut dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: 600 Jukir Surabaya Diberhentikan, Ini Sebabnya

Editor : Hany Akasah
#menir #beras #mentan amran #bulog #hilirisasi