Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kedatangan 35 Unta dan Ratusan Ternak Australia di Surabaya Jadi Sorotan, Ternyata untuk Ini

Andy Satria • Senin, 6 April 2026 | 17:30 WIB
PT Tombak Mas Nusantara mendatangkan ratusan ternak unggulan dari Australia melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
PT Tombak Mas Nusantara mendatangkan ratusan ternak unggulan dari Australia melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

 

radarsurabayabisnis.id - Kedatangan ratusan ternak impor dari Australia melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya, menjadi sorotan publik. Bukan hanya sapi perah dan domba, tetapi juga puluhan unta yang disebut akan dijadikan daya tarik wisata peternakan.

PT Tombak Mas Nusantara mendatangkan ratusan ternak unggulan dengan standar genetik terbaik. Komoditas yang dibawa meliputi sapi perah, domba ras premium, hingga unta jenis Camelus dromedarius.

Baca Juga: Siapkan Dana Rp420 Triliun, Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026

Direktur PT Tombak Mas Nusantara, Aji Bagus Setiyawan, mengatakan impor ternak ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas peternakan lokal.

"Kami mendatangkan sapi perah, domba, dan unta sebagai komoditas unggulan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi sektor pangan nasional," ujar Aji, Minggu, 5 April 2026.

145 Domba Ras Texel, Suffolk, dan Dorper Masuk ke Surabaya

Sebanyak 145 ekor domba unggulan turut didatangkan dari Australia. Domba tersebut berasal dari beberapa ras terbaik, yakni Texel, Suffolk, dan Dorper.

Ketiga ras itu dikenal memiliki kualitas daging dan produktivitas tinggi, sehingga dinilai cocok untuk meningkatkan mutu peternakan di Indonesia.

Baca Juga: Pedagang Mengeluh Harga Plastik Terus Naik, Imbas Perang di Timur Tengah Memanas

Aji mengatakan bibit domba tersebut akan digunakan untuk pengembangan ternak unggulan di dalam negeri.

"Kami ingin fokus pada pengembangan bibit unggul di dalam negeri sehingga peternak lokal bisa meningkatkan hasil ternaknya secara maksimal," katanya.

Masuknya domba ras premium ini diperkirakan akan menjadi angin segar bagi peternak lokal yang ingin meningkatkan kualitas hasil ternaknya.

35 Unta dari Australia Disiapkan Jadi Daya Tarik Ekowisata

Selain domba, PT Tombak Mas Nusantara juga mendatangkan 35 ekor unta jenis Camelus dromedarius.

Kehadiran unta ini menjadi hal paling menarik karena hewan tersebut tidak hanya dipelihara untuk kebutuhan peternakan, tetapi juga diproyeksikan menjadi objek wisata baru.

Puluhan unta itu rencananya akan ditempatkan di sejumlah kawasan yang mengembangkan konsep ekowisata berbasis peternakan.

Baca Juga: Mentan Optimistis Ketahanan Pangan Terjaga, Stok Beras Tembus 4,5 Juta Ton

Dengan adanya unta, pengunjung nantinya bisa merasakan pengalaman wisata yang berbeda, mulai dari melihat langsung hewan gurun hingga berinteraksi di area peternakan modern.

Potensi ini dinilai mampu menarik wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.

Semua Ternak Harus Dikarantina 14 Hari di Tandes

Sebelum didistribusikan, seluruh ternak wajib menjalani karantina sesuai aturan pemerintah.

Dokter hewan drh. Analis Wisnu Wardhana menjelaskan proses karantina sangat penting untuk memastikan semua hewan bebas dari penyakit.

"Proses karantina menjadi langkah utama untuk memastikan seluruh ternak bebas dari penyakit sebelum didistribusikan," ujarnya.

Saat ini seluruh ternak telah dikirim ke instalasi karantina di kawasan Tandes, Surabaya. Mereka akan menjalani masa isolasi selama 14 hari.

Setelah dinyatakan sehat, ternak-t ternak tersebut baru akan dikirim ke berbagai daerah.

Kenapa Impor Ternak Ini Jadi Sorotan?

Masuknya sapi perah, domba unggulan, dan unta dari Australia menjadi perhatian karena dinilai memiliki dua dampak sekaligus.

Di satu sisi, impor ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas peternakan nasional. Di sisi lain, kehadiran unta membuka peluang lahirnya destinasi wisata baru yang unik di Indonesia.

Aji memastikan seluruh proses impor hingga karantina telah dilakukan sesuai aturan.

"Kami memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai regulasi, termasuk pengiriman langsung ke fasilitas karantina di Tandes," katanya.

Editor : Hany Akasah
#impor ternak #ternak impor #ternak #bandara juanda