RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan kepastian terkait stabilitas pasokan bawang putih nasional di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
Meski konflik tersebut memicu kenaikan biaya logistik global, jalur perdagangan komoditas dari China ke Indonesia diklaim masih dalam kondisi normal dan aman.
Budi Santoso menjelaskan bahwa meskipun ada tekanan pada biaya pengiriman internasional, rute logistik dari China—sebagai pemasok utama bawang putih Indonesia—belum terdampak secara signifikan.
"Impor yang mayoritas berasal dari China masih berjalan normal karena jalur logistik dinilai tetap aman. Bahkan, realisasi impornya saat ini belum mencapai 100 persen, sehingga ruang pasokan masih sangat terjaga," ujar Budi kepada media.
Strategi Impor Bertahap untuk Jaga Harga
Pemerintah saat ini menerapkan strategi impor secara bertahap guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Menurut Budi, melakukan impor dalam volume besar dalam waktu singkat justru berisiko memicu kenaikan harga dari negara asal.
"Jika kita tiba-tiba mengambil dalam jumlah banyak, permintaan ke pemasok akan melonjak drastis. Hal ini berpotensi dimanfaatkan oleh supplier di China untuk menaikkan harga. Karena itu, kami mengatur ritme impor agar sesuai dengan kebutuhan dalam negeri," tambahnya.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Naik Drastis hingga Rp100 Ribu, Ini Penyebabnya Kata Mendag
Langkah penyesuaian volume impor secara bertahap ini diharapkan mampu meredam fluktuasi harga di pasar domestik, sekaligus memastikan stok tetap tersedia hingga akhir tahun.
Stok Kedelai Juga Terpantau Stabil
Selain bawang putih, Mendag juga meninjau kondisi komoditas kedelai. Ia memastikan bahwa stok kedelai di dalam negeri saat ini berada dalam kondisi relatif aman dengan pergerakan harga yang stabil.
"Kedelai sampai sekarang juga masih aman, tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Kami akan terus memantau perkembangan logistik global agar stabilitas pangan tetap terjaga," pungkasnya.
Baca Juga: Minat Wirausaha Meningkat, Sektor Makanan dan Minuman Jadi Pilihan Utama Pelaku Usaha di Indonesia
Editor : Hany Akasah