Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Programmer hingga CS, Inilah 10 Profesi yang Paling Terancam Digantikan AI Menurut Riset

Hany Akasah • Minggu, 5 April 2026 | 09:24 WIB
FOKUS; Seorang pria (programmer) sedang fokus bekerja di depan monitor yang menyala.
ILUSTRASI: Seorang pria (programmer) sedang fokus bekerja di depan monitor yang menyala.

RADAR SURABAYA BISNIS – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini bukan sekadar tren teknologi, melainkan faktor penentu perubahan lanskap bisnis dan ketenagakerjaan global. 

Laporan terbaru dari Anthropic bertajuk "Labor Market Impacts of AI: A New Measure and Early Evidence" memberikan peringatan serius bagi para pelaku industri mengenai efisiensi dan risiko disrupsi tenaga kerja.

Berdasarkan laporan tersebut, sektor pekerjaan yang didominasi oleh tugas digital di depan layar menjadi yang paling terdampak. AI kini mampu melakukan otomatisasi tugas-tugas yang sebelumnya membutuhkan logika manusia secara intensif, mulai dari penulisan kode hingga analisis data kompleks.

Baca Juga: Tembus Pasar Arab Saudi, 100 Ton Bumbu dan Makanan Siap Saji Indonesia Siap Manjakan Jemaah Haji 2026

Programmer di Garis Depan Disrupsi

Berikut daftar pekerjaan yang rentan digantikan AI

1. Programmer

2. Customer service

3. Data entry

4. Spesialis rekam medis

5. Analis riset pasar dan pemasaran

6. Tenaga penjualan grosir dan manufaktur

7. Analis keuangan dan investasi

8. Software QA atau penguji perangkat lunak

9. Analis keamanan informasi

10. Spesialis dukungan komputer

Baca Juga: Harga Plastik Melejit Imbas Konflik Timur Tengah, RI Mulai Bidik Pemasok dari Amerika dan India

Secara mengejutkan, posisi Programmer menduduki peringkat pertama sebagai profesi dengan paparan AI tertinggi. Hal ini disusul oleh layanan pelanggan (Customer Service) dan entri data (Data Entry). 

Kecepatan AI dalam memproses bahasa pemrograman dan menanggapi kueri pelanggan menjadi alasan utama mengapa posisi ini mulai beralih ke sistem otomatis.

Selain itu, sektor keuangan dan keamanan informasi juga tak luput dari radar. Analis riset pasar, analis keuangan, hingga spesialis dukungan komputer tercatat memiliki tingkat kerentanan yang signifikan.

Baca Juga: Indonesia Catat Surplus Perdagangan 70 Bulan Berturut, Nonmigas Jadi Penopang Utama

Benteng Pertahanan: Empati dan Fisik

Di sisi lain, laporan Anthropic memberikan angin segar bagi sektor yang mengandalkan kehadiran fisik dan kecerdasan emosional. Sekitar 30 persen pekerja di Amerika Serikat bahkan tercatat memiliki tingkat paparan AI nol persen.

Beberapa profesi yang masuk kategori ini antara lain:

1. Guru dan tenaga pendidik

2. Perawat dan praktisi kesehatan

3. Pekerja pertanian

4. Mekanik sepeda motor

5. Kaki

6. Pencuci piring

7. Penjaga pantal

8. Bartender

9. Penjaga ruang ganti baju

10. Pengacara litigasi

Baca Juga: Pariwisata Indonesia Kian Bergeliat, Kunjungan Wisman Tembus 1,16 Juta pada Februari 2026

Profesi seperti tenaga pendidik, praktisi kesehatan (perawat), hingga pekerja lapangan seperti mekanik dan petani, dinilai sebagai profesi yang paling aman. 

Hal ini dikarenakan AI masih kesulitan dalam meniru respons situasional, empati mendalam, serta keterampilan motorik kasar di lapangan.

Bagi pelaku bisnis, data ini menjadi kompas untuk mulai merancang strategi reskilling (pelatihan ulang) bagi karyawan, agar tetap relevan di tengah gempuran otomatisasi yang semakin masif.

Editor : Hany Akasah
#Artifical Intelligence #customer service #prabowo #kerja #pekerjaan