RADAR SURABAYA BISNIS – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini bukan sekadar tren teknologi, melainkan faktor penentu perubahan lanskap bisnis dan ketenagakerjaan global.
Laporan terbaru dari Anthropic bertajuk "Labor Market Impacts of AI: A New Measure and Early Evidence" memberikan peringatan serius bagi para pelaku industri mengenai efisiensi dan risiko disrupsi tenaga kerja.
Berdasarkan laporan tersebut, sektor pekerjaan yang didominasi oleh tugas digital di depan layar menjadi yang paling terdampak. AI kini mampu melakukan otomatisasi tugas-tugas yang sebelumnya membutuhkan logika manusia secara intensif, mulai dari penulisan kode hingga analisis data kompleks.
Programmer di Garis Depan Disrupsi
Berikut daftar pekerjaan yang rentan digantikan AI
1. Programmer
2. Customer service
3. Data entry
4. Spesialis rekam medis
5. Analis riset pasar dan pemasaran
6. Tenaga penjualan grosir dan manufaktur
7. Analis keuangan dan investasi
8. Software QA atau penguji perangkat lunak
9. Analis keamanan informasi
10. Spesialis dukungan komputer
Baca Juga: Harga Plastik Melejit Imbas Konflik Timur Tengah, RI Mulai Bidik Pemasok dari Amerika dan India
Secara mengejutkan, posisi Programmer menduduki peringkat pertama sebagai profesi dengan paparan AI tertinggi. Hal ini disusul oleh layanan pelanggan (Customer Service) dan entri data (Data Entry).
Kecepatan AI dalam memproses bahasa pemrograman dan menanggapi kueri pelanggan menjadi alasan utama mengapa posisi ini mulai beralih ke sistem otomatis.
Selain itu, sektor keuangan dan keamanan informasi juga tak luput dari radar. Analis riset pasar, analis keuangan, hingga spesialis dukungan komputer tercatat memiliki tingkat kerentanan yang signifikan.
Baca Juga: Indonesia Catat Surplus Perdagangan 70 Bulan Berturut, Nonmigas Jadi Penopang Utama
Benteng Pertahanan: Empati dan Fisik
Di sisi lain, laporan Anthropic memberikan angin segar bagi sektor yang mengandalkan kehadiran fisik dan kecerdasan emosional. Sekitar 30 persen pekerja di Amerika Serikat bahkan tercatat memiliki tingkat paparan AI nol persen.
Beberapa profesi yang masuk kategori ini antara lain:
1. Guru dan tenaga pendidik
2. Perawat dan praktisi kesehatan
3. Pekerja pertanian
4. Mekanik sepeda motor
5. Kaki
6. Pencuci piring
7. Penjaga pantal
8. Bartender
9. Penjaga ruang ganti baju
10. Pengacara litigasi
Baca Juga: Pariwisata Indonesia Kian Bergeliat, Kunjungan Wisman Tembus 1,16 Juta pada Februari 2026
Profesi seperti tenaga pendidik, praktisi kesehatan (perawat), hingga pekerja lapangan seperti mekanik dan petani, dinilai sebagai profesi yang paling aman.
Hal ini dikarenakan AI masih kesulitan dalam meniru respons situasional, empati mendalam, serta keterampilan motorik kasar di lapangan.
Bagi pelaku bisnis, data ini menjadi kompas untuk mulai merancang strategi reskilling (pelatihan ulang) bagi karyawan, agar tetap relevan di tengah gempuran otomatisasi yang semakin masif.
Editor : Hany Akasah