Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Harga Plastik Melejit Imbas Konflik Timur Tengah, RI Mulai Bidik Pemasok dari Amerika dan India

Hany Akasah • Sabtu, 4 April 2026 | 13:43 WIB
LANGKA: Suasana sebuah toko plastik di Pasar Bekasi yang dipenuhi stok kantong plastik dan kemasan sekali pakai.
LANGKA: Suasana sebuah toko plastik di Pasar Bekasi yang dipenuhi stok kantong plastik dan kemasan sekali pakai.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan tengah bergerak cepat mencari negara pemasok alternatif untuk bahan baku plastik. 

Langkah strategis ini diambil menyusul lonjakan harga plastik di pasar domestik yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik, khususnya nafta, dari kawasan Timur Tengah mencapai angka 60 persen. 

Baca Juga: Indonesia Catat Surplus Perdagangan 70 Bulan Berturut, Nonmigas Jadi Penopang Utama

Gangguan rantai pasok dan distribusi di wilayah tersebut berdampak langsung pada stabilitas harga di dalam negeri.

"Kami sedang mencari alternatif pengganti dari negara lain seperti India, Afrika, dan Amerika. Memang butuh waktu karena perpindahan ini tidak bisa instan," ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4).

Kenaikan harga ini sudah dirasakan nyata oleh para pedagang dan pelaku UMKM. Di pasar-pasar tradisional, harga plastik kemasan dilaporkan melonjak dari kisaran Rp17.000 menjadi Rp23.000 per pak.

Baca Juga: Pariwisata Indonesia Kian Bergeliat, Kunjungan Wisman Tembus 1,16 Juta pada Februari 2026

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S. Lukman, menyebutkan bahwa selain masalah pasokan, pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp17.000 per dolar AS turut memperparah keadaan. 

"Biaya logistik dan energi meningkat tajam akibat penutupan jalur distribusi internasional seperti Selat Hormuz," tambahnya.

Selain mencari pemasok luar negeri, pemerintah juga berkoordinasi dengan industri hulu dalam negeri untuk memastikan kapasitas produksi tetap terjaga. 

Baca Juga: Tak Berubah dari Hari Sebelumnya, Harga Emas Antam Masih Tertahan

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pemantauan harga di pasar akan terus dilakukan guna mencegah spekulasi yang merugikan konsumen dan pedagang kecil.

Kenaikan harga plastik ini dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga produk jadi, terutama makanan dan minuman kemasan, yang menjadi konsumsi harian masyarakat luas.

Baca Juga: India dan China Borong Daun Sirih RI, Ternyata Ini Kegunaan Rahasianya!

Editor : Hany Akasah
#pasar #plastik #alternatif #india #amerika